Neraca pariwisata Korea Selatan mencatat surplus tertinggi sejak pandemi COVID-19 pada Juni, berkat popularitas budaya pop negara tersebut.
Data dari Organisasi Pariwisata Korea (KTO) menunjukkan surplus neraca perjalanan mencapai 596,6 juta dolar AS pada Juni.
>>> Everland Fireflies Light Up Summer Darkness
Angka ini merupakan yang tertinggi kedua sejak Oktober 2008, ketika surplus mencapai 661,5 juta dolar AS.
Sebelumnya, neraca pariwisata Korea terus mengalami defisit selama 72 bulan berturut-turut sejak Maret 2020.
Namun, sejak Maret tahun ini, neraca tersebut berbalik surplus dan terus bertahan hingga Juni.
>>> Penari Solo Korea dari Mariinsky Ballet Siap Perankan Pangeran di 'Swan Lake'
Total pendapatan dari sektor pariwisata pada Juni mencapai 2,78 miliar dolar AS, dengan rata-rata pengeluaran wisatawan asing sebesar 1.397 dolar AS per orang.
Profesor Kim Nam-jo dari Universitas Hanyang mengaitkan surplus ini dengan citra internasional Korea Selatan yang mencapai titik tertinggi di berbagai bidang, mulai dari K-pop hingga budaya populer dan kuliner.
Ia merekomendasikan pemerintah mengalihkan fokus kebijakan pariwisata dari kota-kota besar seperti Seoul dan Busan ke kota-kota kecil di daerah pedesaan.
>>> Toko Buku Hongik Mungo Bertahan 70 Tahun Berkat Ikatan Karyawan
Hal ini dinilai penting untuk mempertahankan surplus neraca perjalanan dalam jangka panjang.

