Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berencana mengembangkan teknologi pengelolaan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) setara solar atau diesel.
Teknologi konversi limbah plastik menjadi bahan bakar melalui proses pirolisis sebenarnya bukan inisiatif baru.
Namun, langkah ini bisa membangkitkan gerakan serupa di berbagai wilayah, terutama di tengah tantangan pasokan energi global.
Presentasi ke Prabowo
Pada pekan ini, peneliti BRIN mempresentasikan BBM diesel hasil pengelolaan sampah di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
BRIN menyebut sekitar 70% sampah Indonesia merupakan sampah plastik bernilai rendah atau low value.
Padahal, sampah tersebut dapat diolah menjadi BBM untuk kebutuhan nelayan.
Target BRIN, solar hasil daur ulang sampah plastik ini bisa dipakai sebagai BBM nelayan dengan takaran 5 kg setara dengan 5 liter.