Deep Water (2026) akhirnya tayang. Sayangnya, film yang digarap Renny Harlin ini justru mengecewakan dari segi penulisan cerita.
Film yang ditulis oleh empat orang, Pete Bridges, Shayne Armstrong, S. P.
>>> Sinopsis Police Story Lockdown, Bioskop Trans TV 9 Agustus 2026
Krause, dan Damien Power, ini terasa klise dan dangkal.
Cerita yang Terlalu Ditebak
Sejak 10 menit pertama, penonton sudah bisa menebak arah cerita. Pengenalan karakter, latar belakang masalah, hingga dialog antar tokoh semuanya terasa stereotipikal.
Alih-alih seperti Final Destination atau Deep Blue Sea, ceritanya justru lebih mirip No Way Up (2024).
Konflik yang disajikan pun tidak mengejutkan. Semua terpampang nyata dan serupa dengan yang sudah sering ditampilkan Hollywood.
Eksekusi yang Kurang Maksimal
Renny Harlin tampaknya enggan berimprovisasi atau meminta revisi naskah. Ia membiarkan cerita berjalan hancur berantakan.
>>> Pakai Copyright, Taylor Swift Bikin Akun Trump Terancam Kena Banned
Meski begitu, ada beberapa pengadeganan yang memberikan ketegangan, terutama saat ditonton di layar lebar.
Namun, ketegangan itu tidak cukup untuk menutupi kelemahan naskah yang terasa memaksakan, termasuk narasi yang mempertemukan Amerika Serikat dan China.
Pemilihan peran juga bermasalah. Aaron Eckhart tampil sebagai pahlawan yang terlalu sempurna, tetapi ia tidak mampu membawa film ini sendirian.
Di sisi lain, Angus Sampson sukses memerankan antagonis yang meyakinkan, meski agak berlebihan.
>>> BLACKPINK Rayakan Anniversary ke-10 dengan Temui 40 Penggemar di Museum Nasional
Terlepas dari segala kekurangan, film ini memberikan resolusi yang diharapkan. Namun, pesan yang paling berkesan justru soal aturan penerbangan: jangan bawa powerbank ke bagasi.
