Rombongan tiba di Wangi-Wangi menjelang magrib dengan pakaian basah dan tubuh kelelahan, namun keselamatan menjadi hal yang paling disyukuri.
Mendukung Ekonomi Masyarakat Kaledupa
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan Titin tidak berhenti pada penyaluran kredit. Di wilayah kepulauan dengan akses terbatas, kehadiran petugas perbankan menjadi bagian dari upaya menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
Motivasi untuk terus mendatangi nasabah berasal dari keinginan membantu masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sumber daya alam.
Di Kaledupa, rumput laut dan kopra menjadi dua komoditas utama penopang kehidupan warga.
"Ketika musim ombak besar tiba, hasil rumput laut biasanya menurun drastis karena hancur diterjang arus. Saat itu, masyarakat biasanya beralih fokus mengolah kopra," katanya.
Dalam kondisi ekonomi yang bergantung pada musim, Titin berupaya menjalankan peran sebagai Mantri BRI secara lebih luas.
Selain menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), ia juga membantu nasabah menemukan solusi atas persoalan usaha dan kebutuhan finansial.
Salah satu pengalaman berkesan adalah saat mendampingi keluarga nasabah yang berupaya membiayai pendidikan anaknya hingga perguruan tinggi.
Di tengah kewajiban membayar cicilan kredit, keluarga tersebut harus mencari tambahan penghasilan.
Sang anak kemudian ikut membantu orang tuanya mengumpulkan kopra.
Dari usaha tersebut, keluarga itu berhasil mendapatkan tambahan empat karung kopra untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kewajiban kepada bank.
Melihat kegigihan keluarga tersebut, Titin tidak berhenti pada pendampingan biasa.
Ia menggunakan data klaster pengusaha kopra milik BRI untuk mempertemukan nasabah dengan pembeli yang memiliki akses ekspedisi sendiri.
"Namanya kita di BRI kan ada data klaster pengusaha. Jadi saya bantu pertemukan dengan pembelinya langsung agar mereka tidak kesulitan menjual hasil buminya," jelas Titin.
