unique visitors counter
⌂ Beranda News Perjuangan Mantri BRI Layani Warga di Pelosok Kaledupa

Perjuangan Mantri BRI Layani Warga di Pelosok Kaledupa

Perjuangan Mantri BRI Layani Warga di Pelosok Kaledupa
Ilustrasi: Perjuangan Mantri BRI Layani Warga di Pelosok Kaledupa
A A Ukuran Teks16px

>>> Deretan Mobil Harga Maksimal Rp250 Juta di GIIAS 2026

Bagi Titin, keberhasilan nasabah meningkatkan penghasilan dan mampu menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi menjadi kepuasan tersendiri.

Modal dari BRI dinilainya tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan usaha, tetapi juga membuka peluang meningkatkan taraf hidup.

Perluasan Layanan di Tengah Keterbatasan

Tantangan lain muncul dari infrastruktur digital. Sejumlah wilayah di Kaledupa masih tanpa sinyal, sehingga akses layanan perbankan digital belum merata.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menghentikan upaya BRI memperluas layanan.

Dari sembilan desa di wilayah kerja Titin, empat BRILink Agen telah diaktifkan di desa dengan jaringan internet relatif memadai.

Secara keseluruhan, terdapat enam agen aktif yang menjadi perpanjangan layanan BRI di pulau tersebut.

Kehadiran agen membantu masyarakat memperoleh akses keuangan tanpa harus selalu pergi ke pusat layanan perbankan.

Titin juga terus memberikan edukasi tentang layanan digital BRI, termasuk BRImo, terutama di wilayah yang sudah memiliki akses jaringan.

Masyarakat mulai memanfaatkan aplikasi tersebut untuk membayar tagihan, mengirim uang, hingga transaksi dengan reseller.

Upaya tersebut mendorong pertumbuhan jumlah nasabah di wilayah kerja Titin. Sejak ditugaskan di Kaledupa, jumlah nasabah meningkat sekitar 70%, dari sekitar 100 menjadi hampir 300 nasabah.

Pertumbuhan itu menggambarkan besarnya kebutuhan masyarakat kepulauan terhadap layanan keuangan. Ketika akses dibawa lebih dekat dan petugas hadir langsung di lapangan, masyarakat menunjukkan respons positif.

Titin juga menjadi perempuan pertama yang ditempatkan di wilayah kerja ekstrem Kaledupa, yang sebelumnya selalu diisi oleh laki-laki.

Ia mengakui penempatan perempuan di wilayah dengan tantangan geografis seperti ini memiliki tantangan tersendiri.

Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menghindari penugasan.

Titin memilih menjalankan pekerjaannya dengan rasa bahagia dan sukacita, karena respons masyarakat menjadi alasan untuk terus kembali ke Kaledupa.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot