Paramount Skydance berkomitmen menayangkan film di bioskop AS selama 45 hari dan menunda streaming 90 hari untuk meredam kekhawatiran merger dengan Warner Bros.
Discovery.
>>> Jeongyeon TWICE Tinggalkan JYP, Fokus Karier Akting
CEO Paramount Skydance, David Ellison, menawarkan komitmen yang mengikat secara kontrak selama tiga tahun kepada dua jaringan bioskop terbesar di AS, AMC Entertainment dan Regal Cinemas.
Komitmen ini menjamin jendela penayangan eksklusif di bioskop selama 45 hari serta penundaan distribusi film di layanan streaming selama setidaknya 90 hari.
Jika Paramount gagal memenuhi kesepakatan tersebut, akan ada potensi penalti finansial.
Langkah ini dirancang untuk menepis tuduhan dalam gugatan antimonopoli yang diajukan oleh jaksa agung dari 12 negara bagian.
Gugatan tersebut menyatakan bahwa merger Paramount-Warner Bros. akan memberikan kendali berlebihan atas pasar rilis film bioskop.
Tujuan gugatan itu adalah menciptakan mekanisme pengawas agar Paramount-WBD tidak menahan hasil produksi studionya demi kepentingan layanan streaming mereka sendiri, yakni Paramount+ dan HBO Max.
Namun, belum jelas apakah jaminan penayangan 30 judul film dengan jendela 45 hari akan menjadi konsesi yang dapat diterima oleh para jaksa agung negara bagian yang mengajukan gugatan terhadap Paramount.
Selain itu, langkah ini tidak menjawab tuduhan utama lainnya dalam gugatan tersebut: bahwa Paramount-WBD akan memiliki kekuatan berlebihan di pasar TV kabel AS.
Kekhawatiran lain adalah 30 film yang dijanjikan ternyata gagal atau hanya berupa judul-judul khusus dengan daya tarik kecil.
>>> BTS Sapu Amerika Utara dengan Tur 'ARIRANG': Dari 'BTS Boulevard' hingga Pujian Gubernur AS
Dalam artikel opini di New York Times, Ellison mengakui bahwa ia memang tidak bisa menjamin kesuksesan dari perilisan film bioskop tertentu.

