Ia berharap keadilan ditegakkan untuk kerabatnya yang ia gambarkan sebagai "malaikat dari Tuhan" dan "orang yang benar".
Fokus Persidangan
Jaksa tidak berargumen bahwa Davis adalah penembak langsung, dan persidangan kemungkinan tidak akan mengonfirmasi siapa yang menembak Shakur.
Sebaliknya, jaksa berencana membuktikan bahwa Davis membuat keputusan yang menyebabkan kematian Shakur dan menyediakan senjata yang digunakan.
Davis adalah penulis bersama memoar "Compton Street Legends" yang menggambarkan perannya dalam penembakan itu.
>>> Pasar HP Android di Indonesia Bergeser, Konsumen Kini Lebih Memilih Performa daripada Nama Besar
Buku tersebut menyebut Davis mendapatkan pistol dari seorang rekan dan melemparkannya ke kursi belakang Cadillac, tetapi tidak menyebut siapa yang menembak.
Orlando "Baby Lane" Anderson, keponakan Davis, selama ini dianggap sebagai tersangka penembak, tetapi tidak pernah didakwa.
Anderson tewas dua tahun setelah kematian Shakur dalam baku tembak geng yang tidak terkait di Compton, California.
Dua orang lainnya, Deandrae "Freaky" Smith dan Terry "Bubble Up" Brown, berada di dalam mobil bersama Davis dan Anderson, tetapi keduanya juga telah meninggal.
Saksi yang Diharapkan
Jaksa berencana memanggil 35 hingga 45 saksi selama persidangan, mulai dari orang yang melihat Shakur sesaat sebelum ditembak hingga orang-orang yang berada di lingkaran Shakur dan Davis saat itu.
Daftar saksi mencakup mantan Wali Kota Las Vegas Oscar Goodman dan anggota keluarga Shakur.
Leonard Jefferson, warga California yang memotret foto terakhir Shakur, diharapkan menjadi saksi. Negara bagian juga akan memanggil Denvonta Lee, yang terkait dengan South Side Crips.
Dalam kesaksian dewan juri, Lee menyatakan bahwa geng saingan, Crips dan Mob Piru, terkait dengan label rekaman Death Row Records dan Bad Boy Records.
