Upaya pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di puluhan kota di Kolombia barat setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah tersebut pada Senin (10/8).
Sedikitnya 111 orang dilaporkan tewas, sementara banyak lainnya masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang rusak atau roboh.
Gempa tersebut melanda Cali, Quibdo, Pereira, dan sejumlah kota lainnya. Sekitar 1.600 bangunan dilaporkan rusak atau ambruk.
Para tentara, petugas penyelamat, dan warga bahu-membahu memindahkan puing-puing beton secara manual melalui rantai sukarelawan.
Presiden Abelardo de la Espriella menyatakan sedikitnya 111 orang tewas pada Senin sore. Hingga Senin malam, lebih dari 2.700 orang dilaporkan hilang.
Banyak keluarga mengunggah informasi tentang kerabat yang hilang di situs web yang dikelola warga.
Dana Carolina Zamora mengunggah foto pamannya yang hilang, Miguel Ángel Zamora (60), yang sedang menggendong anjingnya.
Pria petani itu tinggal di daerah pedesaan El Cairo, tidak jauh dari pusat gempa di San Jose Del Palmar.
Otoritas setempat menyebut 80 persen wilayah El Cairo, kota berpenduduk sekitar 7.000 jiwa, mengalami kerusakan.
Zamora khawatir karena pamannya tinggal di rumah tradisional yang rapuh, terbuat dari kayu dan lumpur.
"Kami takut. Kami berharap tidak demikian, semoga dia baik-baik saja dan hanya gangguan komunikasi.
Tapi kami belum mendengar kabar darinya," ujar Zamora.
Choco, Wilayah Paling Terdampak
Choco, wilayah di sekitar pusat gempa, merupakan salah satu daerah termiskin dan paling terabaikan di Kolombia, sering dilanda konflik kelompok bersenjata.
>>> KH Anwar Zahid Alami Kecelakaan Beruntun dengan Truk Trailer di Bojonegoro
