Prancis resmi memberlakukan larangan telemarketing tanpa izin mulai Selasa (11/8/2025). Aturan ini bertujuan melindungi konsumen dari praktik penjualan yang mengganggu dan menipu.
Sebelumnya, warga Prancis bisa mendaftarkan nomor mereka ke layanan pemerintah untuk menghindari panggilan pemasaran. Namun, kelompok konsumen menilai banyak pusat panggilan mengabaikan daftar tersebut.
>>> Bank Jakarta Ubah Sampah Organik Rusunawa Jadi Biogas dan Pupuk
Kini, perusahaan dilarang menghubungi konsumen tanpa persetujuan sebelumnya.
Persetujuan itu pun bisa dicabut kapan saja, kata Alice Vilcot, kepala staf Direktorat Jenderal Persaingan, Urusan Konsumen, dan Pencegahan Penipuan.
Pemerintah menyebut aturan ini sebagai respons atas keluhan konsumen selama bertahun-tahun. Otoritas memperkirakan sekitar tiga perempat penduduk Prancis menerima setidaknya satu panggilan penjualan tanpa izin setiap pekan.
Pada 2024, 11 organisasi konsumen mengeluarkan seruan bersama untuk melarang praktik ini.
Mereka mengecam pelecehan tanpa henti melalui panggilan telemarketing yang tak diinginkan, baik ke telepon rumah maupun ponsel.
Denda hingga 375.000 Euro per Panggilan
Individu yang melakukan panggilan ilegal dapat didenda hingga 75.000 euro (sekitar Rp1,3 miliar) per panggilan.
Sementara perusahaan bisa menghadapi denda hingga 375.000 euro (sekitar Rp6,5 miliar) per panggilan.
Ada pengecualian, misalnya konsumen dapat memberikan persetujuan dengan mencentang kotak pada formulir. Perusahaan juga boleh menghubungi pelanggan dengan penawaran baru jika sudah memiliki hubungan kontraktual.
Masyarakat bisa melaporkan panggilan tanpa izin melalui situs web pemerintah.
>>> Ajakan Bendera Setengah Tiang Viral Jelang HUT RI ke-81, Kapolres Depok Ingatkan Warga
Vilcot mencontohkan, tahun lalu sebuah perusahaan berbasis di Irlandia didenda 6 juta euro karena melanggar aturan telemarketing sebelumnya.
Kekhawatiran di Maroko
Aturan baru Prancis memicu kekhawatiran di Maroko. Menteri Ketenagakerjaan Younes Sekkouri mengatakan hingga 50.000 pekerjaan terancam di pusat panggilan negara itu.

