unique visitors counter
⌂ Beranda News Wall Street Bertahan di Dekat Rekor Setelah Data Ekonomi AS Lemah

Wall Street Bertahan di Dekat Rekor Setelah Data Ekonomi AS Lemah

Wall Street Bertahan di Dekat Rekor Setelah Data Ekonomi AS Lemah
Wall Street Bertahan di Dekat Rekor Setelah Data Ekonomi AS Lemah
A A Ukuran Teks16px

Sebagian pelaku pasar memperingatkan agar tidak bereaksi berlebihan terhadap data penjualan ritel yang lemah, meskipun penurunannya terjadi di berbagai sektor.

Jennifer Timmerman, analis strategi investasi senior di Wells Fargo Investment Institute, mengatakan penurunan tersebut bisa jadi koreksi setelah penjualan ritel bulan-bulan sebelumnya didorong oleh faktor-faktor luar biasa seperti pengembalian pajak yang besar, Piala Dunia, dan acara Prime Day Amazon yang lebih awal.

>>> Hindari Macet di Puncak Bogor? Ini 6 Jalur Alternatif yang Bisa Anda Coba

Konsumen AS tampaknya semakin pesimis terhadap ekonomi.

Survei pendahuluan Universitas Michigan menunjukkan sentimen konsumen melemah lebih dari perkiraan ekonom, dengan penurunan terjadi di semua spektrum politik, terutama di kalangan kelompok berpendapatan rendah dan lanjut usia yang paling terdampak inflasi.

Pergerakan Saham Individual

Saham Reddit melonjak 14,2 persen setelah diumumkan akan masuk ke indeks S&P 500 pada Selasa.

Banyak investor profesional dan dana yang melacak indeks tersebut, sehingga secara otomatis membeli saham saat masuk indeks.

Applied Materials turun 5,6 persen meskipun melaporkan laba dan pendapatan kuartal terakhir yang lebih kuat dari perkiraan analis.

CEO Gary Dickerson mengatakan permintaan global terhadap teknologi kecerdasan buatan membantu perusahaan mencatat rekor kuartal lagi.

Namun, sahamnya sudah naik lebih dari dua kali lipat tahun ini, sehingga ekspektasi sangat tinggi dan menekan harga saham pada Jumat.

Saham-saham AI secara umum berfluktuasi tajam karena kekhawatiran harga yang terlalu tinggi akibat euforia AI dan pertumbuhan pendapatan yang mungkin tidak berkelanjutan.

Pasar Obligasi dan Global

Imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka pendek turun setelah laporan penjualan ritel, mengindikasikan pelaku pasar melihat The Fed cenderung tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan September.

Sementara itu, imbal hasil obligasi 10 tahun naik menjadi 4,68 persen dari 4,63 persen pada Kamis, karena lebih dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Di pasar saham global, indeks-indeks Eropa dan Asia bervariasi.

FTSE 100 London turun 0,2 persen setelah Nigel Farage kembali merebut kursi parlemen yang ia tinggalkan sebulan lalu, mengalahkan kandidat komedian Count Binface dalam pemilihan khusus.

Kospi Korea Selatan melonjak 2,4 persen, mencatat kenaikan harian sebesar itu untuk hari ketiga berturut-turut.

>>> Kontrakan Cimahi Digegerkan Temuan Dua Pria Berlumuran Darah

Seoul menjadi pusat pergerakan saham AI global karena pasar didominasi oleh dua raksasa teknologi, Samsung Electronics dan SK Hynix.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot