Sebelum perang, Selat Hormuz membawa sekitar seperlima ekspor minyak dan LNG dunia.
Harga energi telah melonjak berulang kali sejak sengketa jalur air ini meletus, menimbulkan tekanan ekonomi dan politik bagi Washington.
Iran ingin mengendalikan selat tersebut dan memungut biaya tol, kekuatan yang tidak mereka lakukan sebelum perang. Perkembangan ini akan ditentang keras oleh AS.
Penutupan Hormuz telah menaikkan harga bagi pemilih Amerika, menciptakan sakit kepala politik bagi Trump menjelang pemilihan paruh waktu November.
Wakil Presiden AS JD Vance pekan ini mengatakan prioritas utama Washington dalam perang Iran adalah menjaga harga energi tetap rendah bagi warga Amerika, dengan mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir sebagai prioritas kedua.
Teheran pekan lalu mengisyaratkan telah sepakat dengan Oman mengenai rute bagi kapal untuk melintasi selat tersebut dan sedang memfinalisasi pengaturan untuk mengelola jalur air itu bersama.
Sementara itu, AS memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dalam upaya melumpuhkan ekonominya.
>>> Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Flores, 20 Tewas dan Bangunan Roboh
Trump mengatakan kepada para pendukungnya pada Jumat, "Kami memiliki blokade. Tidak ada kapal yang bisa lewat kecuali kami menginginkannya."
