Wall Street kembali melemah pada Selasa (19/8) karena saham-saham AI kembali terpuruk.
Indeks S&P 500 turun 0,5 persen dan berpotensi mencatat penurunan tiga hari berturut-turut sejak mencapai rekor tertinggi pada Kamis lalu.
>>> Meta Didakwa Sengaja Membuat Anak Kecanduan Instagram dan Facebook
Dow Jones Industrial Average turun 56 poin atau 0,1 persen pada pukul 12.25 waktu setempat. Sementara itu, Nasdaq komposit merosot 1,1 persen.
Saham Teknologi Besar Tertekan
Saham-saham yang menjadi pemenang besar dalam ledakan kecerdasan buatan (AI) memimpin penurunan.
Kekhawatiran bahwa harga saham sudah terlalu tinggi dan permintaan memori, prosesor, serta komponen pusat data bisa meredup jika AI tidak seuntung yang dijanjikan membuat saham-saham ini berfluktuasi sepanjang musim panas.
Micron Technology turun 7 persen, menjadi salah satu pemberat terbesar bagi S&P 500.
Saham perusahaan semikonduktor lain seperti Nvidia dan Broadcom juga melemah, masing-masing turun 2,4 persen dan 2,9 persen.
Meskipun mengalami fluktuasi, saham-saham tersebut masih menjadi pemenang besar. Micron bahkan telah lebih dari tiga kali lipat nilainya tahun ini.
Imbal Hasil Obligasi Tetap Tinggi
Saham yang dianggap terlalu mahal mendapat sorotan lebih saat suku bunga tinggi. Imbal hasil obligasi pemerintah global masih tinggi pada Selasa.
Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun tipis ke 4,71 persen dari 4,72 persen pada Senin.
Namun, angka ini masih jauh di atas level 3,97 persen sebelum perang dengan Iran dimulai.
Imbal hasil Treasury 30 tahun juga turun sedikit, tetapi masih mendekati level tertinggi sejak 2007.
Kenaikan imbal hasil terjadi karena harga minyak yang tinggi mendorong inflasi dan meningkatkan tekanan pada bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

