Meta Platforms dengan sengaja berupaya membuat anak-anak kecanduan platform Facebook dan Instagram.
Hal itu diungkapkan pengacara California pada Selasa (19/8) di awal persidangan yang bisa mengubah aplikasi paling populer di dunia.
>>> Integritas dan Tata Kelola Program MBG: Menyoal Krisis Etika di Balik Makan Bergizi Gratis
Sebanyak 29 negara bagian AS menggugat Meta. Mereka menuntut potensi denda puluhan hingga ratusan miliar dolar dan perubahan cara Meta berbisnis.
Empat negara bagian utama—California, Colorado, Kentucky, dan New Jersey—menuduh Meta merancang Facebook dan Instagram untuk membuat pengguna muda kecanduan.
Mereka juga dituduh memicu kecemasan, depresi, bahkan bunuh diri, serta menyesatkan konsumen tentang keamanan platform.
Juri akan mendengar klaim dari 29 negara bagian bahwa Meta melanggar hukum federal dengan mengumpulkan dan menggunakan data pribadi anak-anak secara tidak sah.
Megan O'Neill, wakil jaksa agung California, mengatakan kepada delapan juri di Oakland bahwa model bisnis Meta adalah "memikat pengguna, menahan mereka selama mungkin, mengumpulkan data mereka, dan menyembunyikan kebenaran dari publik."
"Ini bekerja sangat baik untuk anak-anak," tambahnya. "Meta membutuhkan anak-anak, dan perlu meyakinkan orang-orang yang peduli pada anak-anak bahwa mereka aman."
Sidang dan Tuntutan
Juri diharapkan memberikan vonis penasihat, tetapi Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers akan menentukan tanggung jawab Meta.
Jika terbukti bersalah, Rogers bisa menjatuhkan denda perdata dan memerintahkan perubahan pada Facebook dan Instagram.
Pengacara Meta diperkirakan akan memberi tahu juri bahwa perusahaan telah berupaya keras menjaga keamanan anak-anak secara daring.
Meta sebelumnya menyatakan tidak membuat pernyataan menyesatkan tentang keamanan, dan negara bagian gagal menunjukkan bahwa warga mereka dirugikan.
Pendiri dan CEO Meta, Mark Zuckerberg, serta kepala Instagram, Adam Mosseri, dijadwalkan memberi kesaksian. Persidangan dijadwalkan berlangsung enam minggu.

