Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman, kali ini kepada Oman.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan AS akan membom Oman jika negara itu menghalangi, dengan menggunakan kata makian untuk menekankan maksudnya.
>>> Meta Didakwa Sengaja Membuat Anak Kecanduan Media Sosial
Ancaman ini bukan yang pertama kali dilontarkan Trump. Oman sendiri belum memberikan komentar resmi.
Kesepakatan Oman-Iran Memicu Kemarahan Trump
Trump mengancam Oman karena tidak senang negara itu hampir mencapai kesepakatan dengan Iran terkait Selat Hormuz. Dua pejabat regional mengatakan hal ini pada Selasa.
Trump berada di bawah tekanan. Ia berjanji perang cepat dan Iran yang lemah, serta kesepakatan yang lebih baik tentang program nuklir Teheran.
Namun, Iran justru menjadikan Selat Hormuz sebagai senjata baru dalam perundingan, dengan mengklaim kendali atas jalur air yang sebelumnya dianggap internasional.
Perundingan AS-Iran telah mandek. Periode 60 hari sejak penandatanganan kesepakatan sementara berakhir minggu ini, tanpa tanda-tanda perpanjangan.
Trump kini mengatakan tidak ada rencana perundingan dengan Iran. Satu-satunya pembahasan yang dikonfirmasi adalah antara Iran dan Oman tentang pengiriman di selat tersebut.
Pembahasan itu telah berlangsung selama berminggu-minggu. Oman belum banyak bicara secara publik, sementara Teheran mengatakan mereka sedang menyelesaikan pernyataan bersama.
Peran Oman di Tengah Ketegangan
Oman, dengan populasi lebih dari 5 juta jiwa, adalah salah satu aktor yang lebih tenang di Teluk.
Tidak seperti negara regional lain, Oman tidak menjadi sasaran serangan Iran selama perang.
>>> Anggaran Pendidikan 2027 Meningkat, Nasib Gaji Guru Masih Menggantung
Oman mengizinkan militer AS menggunakan fasilitasnya, meskipun Washington menggambarkan hubungan pertahanan itu lebih kecil dibandingkan dengan tetangga seperti Uni Emirat Arab.

