PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memperkuat kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung operasional MRT Jakarta Fase 2A.
Pasokan listrik yang andal menjadi elemen fundamental dalam menunjang operasional kereta, sistem telekomunikasi, hingga berbagai fasilitas pendukung di stasiun.
>>> Jadwal Ganjil Genap Jakarta 21 Agustus 2026: Jam Berlaku dan Aturan Plat Nomor
Pada pengembangan Fase 2A, PLN akan memasok kebutuhan listrik MRT Jakarta dari Gardu Induk Karet Lama dan Gas Insulated Switchgear (GIS) Menteng.
Pasokan tersebut akan melengkapi sistem kelistrikan MRT Jakarta Fase 1 yang selama ini didukung dari Gardu Induk Pondok Indah dan CSW.
Peran Krusial Listrik di Fase 2A
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, mengatakan dukungan kelistrikan PLN memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan keselamatan layanan MRT Jakarta.
Terutama pada pengembangan Fase 2A yang memiliki tujuh stasiun dengan jalur bawah tanah mencapai kedalaman 28 meter.
“Pasokan listrik merupakan salah satu faktor fundamental bagi operasional MRT Jakarta.
Keandalan listrik memastikan seluruh ekosistem MRT dapat berjalan sesuai kebutuhan, mulai dari persinyalan, komunikasi, sistem pendingin stasiun, hingga fasilitas pendukung seperti eskalator dan lift.
Terlebih pada Fase 2A yang seluruh jalurnya berada di bawah tanah, keandalan pasokan listrik menjadi bagian penting dalam memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna,” ucapnya.
Secara keseluruhan, MRT Jakarta menggunakan pasokan listrik bertegangan 150 kilovolt (kV) yang kemudian diturunkan menjadi 20 kV untuk memenuhi kebutuhan stasiun dan operasional kereta.
>>> Polri Hadirkan Ahli dan Siapkan Bukti Surat di Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah
Dukungan pasokan dari empat gardu listrik tersebut dipersiapkan untuk menopang operasional lintas utara–selatan dari Lebak Bulus hingga Kota dengan total 20 stasiun.
