Pemerintah Korea Selatan mencoba pendekatan baru untuk menarik minat generasi muda terhadap kebijakan net-zero emisi.
Lewat budaya populer, karakter komik digital, dan permainan teka-teki, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata meluncurkan pengalaman pop-up selama sembilan hari di Hongdae, distrik barat Seoul yang dikenal dengan budaya anak muda.
>>> Sandra Bullock Ungkap Alasan Rahasiakan Penyakit ALS Bryan Randall
Acara yang dimulai Sabtu ini bekerja sama dengan seri webtoon populer "Yumi's Cells" dan mengubah alun-alun publik menjadi permainan escape room bertema iklim bertajuk "Save It!
Cell Village". Dari 22 hingga 30 Agustus, pengunjung dapat mencoba misi mikro interaktif bersama karakter animasi.
Salah satu tantangan mengajak peserta memancing sampah plastik dari lautan simulasi di cekungan "Blue Carbon".
Tantangan lain mencoba membebaskan "Fashion Cell" yang dipenjara dengan memecahkan petunjuk terkait fast fashion dan limbah tekstil.
Acara sore hari ini gratis dan terbuka untuk umum tanpa reservasi.
Kampanye kreatif ini menandai perubahan dari pengumuman pemerintah tradisional, karena pejabat mencari cara baru untuk melibatkan demografi muda dalam tujuan keberlanjutan nasional.
Di bawah Framework Act on Carbon Neutrality, Korea berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 40 persen di bawah puncak 727,6 juta metrik ton pada 2018, ditargetkan pada 2030.
Target antara yang ambisius ini menjadi tonggak penting menuju net-zero pada 2050.
>>> Kerambit Indonesia Jadi Sorotan di Episode Baru Reacher Season 4
Namun, mencapai target tersebut membutuhkan penyesuaian besar dalam konsumsi publik sehari-hari.
Survei nasional menunjukkan kesadaran iklim di kalangan anak muda Korea tetap tinggi, tetapi menjembatani kesenjangan antara jargon kebijakan dan kebiasaan sehari-hari masih menjadi tantangan.
