Gelombang kontroversi di dunia otomotif Tanah Air kembali mencuat dan menyita perhatian publik. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada standar pelayanan di salah satu dealer resmi Hyundai di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Insiden perdebatan antara seorang supervisor sales dengan selebgram Aa Juju terkait keluhan mobil listrik Hyundai Ioniq 5 telah memicu reaksi luas di media sosial. Menyadari dampak negatif yang ditimbulkan, sang supervisor, Widay Markus, akhirnya secara terbuka menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan kesiapannya untuk menerima segala bentuk konsekuensi dari pihak manajemen.
Dalam sebuah video pernyataan yang beredar, Widay Markus menunjukkan sikap penyesalan yang mendalam. Ia mengakui bahwa pendekatan dan sikap pelayanan yang ia tunjukkan saat berhadapan dengan pelanggan tidak sejalan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
"Saya siap menerima konsekuensi yang akan diberikan kepada saya oleh perusahaan tempat saya bernaung, atas sikap pelayanan saya yang tidak sesuai dengan standardisasi yang sudah ditentukan," ujar Widay dengan nada rendah hati, dalam upaya meredam gejolak opini publik yang kian memanas.
Awal Mula Komplain yang Diabaikan
Insiden ini bermula dari keluhan yang dilayangkan oleh Aa Juju terkait kondisi mobil listrik Hyundai Ioniq 5 miliknya. Awalnya, selebgram tersebut berusaha menempuh jalur komplain melalui saluran daring (online) yang disediakan oleh dealer. Namun, alih-alih mendapatkan respons yang solutif, cepat, dan empatik, keluhannya terkesan diabaikan dan tidak ditindaklanjuti secara serius.
Kekecewaan ini akhirnya memuncak, mendorong Aa Juju untuk datang langsung ke Dealer Hyundai Fatmawati. Kedatangannya membawa harapan untuk dapat menemukan titik terang dan penyelesaian yang memuaskan atas permasalahan teknis yang dialaminya, sebagaimana hak dasar yang seharusnya didapatkan oleh setiap konsumen.
