“Ini juga memberi tahu publik bahwa bukan berarti tidak boleh mengkritik, atau tidak boleh melakukan apa pun.
Sederhananya, tidak boleh ada hasutan, dan tidak boleh ada subversi kekuasaan negara,” katanya.
Ratusan, mungkin ribuan orang tewas dalam peristiwa 1989 ketika tank militer melaju ke pusat Beijing.
Peristiwa Tiananmen adalah momen penting dalam sejarah modern China, menunjukkan bahwa reformasi pasar yang mengubah negara itu menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia tidak akan disertai liberalisasi politik.
Setelah pembatasan COVID-19 dicabut, bekas lokasi aksi di Hong Kong ditempati oleh karnaval yang diselenggarakan kelompok pro-Beijing. Beijing mengatakan undang-undang keamanan 2020 diperlukan untuk stabilitas kota.
Banyak aktivis terkemuka telah dipenjara berdasarkan undang-undang yang sama, termasuk mantan taipan media pro-demokrasi Jimmy Lai.
Di bawah perubahan politik yang drastis, puluhan kelompok masyarakat sipil juga bubar, termasuk Aliansi Hong Kong.
