Beberapa adegan dalam drama ini, seperti perjuangan mengantar anak ke taman kanak-kanak dan konflik dengan mertua, bisa diambil langsung dari kehidupan ibu bekerja mana pun.
Sutradara Yoon Jong-ho mengatakan, "Drama ini pada akhirnya adalah kisah tentang seseorang yang berjuang melindungi hidup dan keluarganya."
Ia berharap penonton terhubung dengan emosi universal yang ada di dalamnya.
Kontroversi dan Tantangan
Meski sukses, drama ini juga menuai kekhawatiran.
Kritikus drama Gong Hee-jung mengingatkan bahwa "tidak peduli seberapa benar penyebabnya, orang biasa yang membunuh di luar sistem peradilan negara tidak dapat dibenarkan."
Ia juga menambahkan, "Kita perlu waspada bahwa ketika kekerasan dikombinasikan dengan kehangatan dan komedi, hal itu bisa tampak lebih mudah dan tidak terlalu berdampak daripada yang sebenarnya."
Bagaimana drama ini menyelesaikan dilema antara keadilan hukum dan hukuman main hakim sendiri akan menjadi kunci di paruh kedua seri.
Opini publik tentang Kingfisher terbagi antara yang menganggapnya pahlawan dan yang menganggapnya pembunuh psikopat.
Kritikus budaya pop Kim Hern-sik menekankan bahwa "dengan drama balas dendam main hakim sendiri yang sudah biasa, kesimpulan yang koheren secara moral dan etika lebih penting daripada perdebatan lain tentang subjek itu sendiri."
>>> Fenix 9 dan Pro Meluncur, Garmin Andalkan Layar Super Terang
Ia menambahkan, "Jika drama ini juga cukup mengekspos keterbatasan sistem peradilan dunia nyata, drama ini bisa menghindari kehilangan daya tarik di akhir."