Juru bicara militer Raja Ram Basnet mengatakan dua helikopter telah dikerahkan. Namun, sulit menemukan titik masuk terowongan karena lokasinya yang sulit dijangkau.
Sekitar 350 pekerja dan warga telah dievakuasi dari lokasi tersebut. Upaya penyelamatan masih terus dilakukan untuk menjangkau lebih dari 100 orang yang terjebak di area yang sama.
>>> Fajar Aldila dan Fakta Terbaru Kasus Dugaan Pelecehan di Sumedang
Buddha Tamang, seorang pekerja yang selamat, menuturkan ia selamat karena berada di dalam terowongan saat banjir datang. "Saya selamat karena berada di terowongan," katanya.
Ia menambahkan bahwa para petugas senior yang berada di sisi lain semuanya tersapu arus. Tamang dievakuasi pada Kamis setelah terdampar selama lebih dari 24 jam.
Sementara itu, di Tibet, China sempat menghentikan operasi penyelamatan di kawasan terdampak terparah Gyirong karena risiko banjir susulan.
Namun, kemudian mereka menyatakan ancaman telah mereda.
Presiden China Xi Jinping memimpin rapat terkait upaya penyelamatan pada Jumat. Ia menawarkan bantuan Beijing untuk operasi darurat Nepal.
Nepal melaporkan jumlah korban tewas mencapai 579 orang pada Jumat. Di India, otoritas setempat menemukan tujuh jenazah dari sungai yang mengalir dari Nepal, diduga korban banjir.
Otoritas bencana Nepal menyebut 1.924 orang, termasuk 517 warga asing, masih belum bisa dihubungi. Angka ini naik dari sebelumnya 977 orang.
Di sisi Tibet, otoritas China melaporkan 558 orang hilang dan lima orang tewas. Mereka juga mengevakuasi 555 turis yang terjebak dan 499 warga China dari Tibet.
Banyak peziarah Hindu dari berbagai negara dilaporkan hilang di perbatasan. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Gunung Kailash di sisi China.
Sivaranjani Muthunathan (46) sedang dalam perjalanan dengan bus bersama 56 orang lainnya menuju perbatasan China. Mereka terjebak dalam kemacetan yang ternyata bukan kemacetan biasa.
"Lalu ada kabut, asap, sesuatu yang tiba-tiba menyelimuti kami," katanya sambil menunjukkan video ponsel berisi arus deras yang menerjang.
Di sekitar mereka, kendaraan tersapu atau terkubur lumpur.
>>> Iran Kecam Sanksi AS sebagai Kejahatan, Serukan Penolakan Global
Mereka keluar melalui sisi pengemudi satu per satu, lalu memanjat bukit untuk menyelamatkan diri.