"Hukum, masyarakat, dan teknologi pada akhirnya harus menempatkan manusia di pusatnya," jelasnya. "Tujuan DragonEyes adalah melindungi orang dan membuat hidup mereka lebih baik."
Peran manusia ini mendorong Choi untuk mempertimbangkan menjadikan peninjauan konten sebagai pekerjaan bagi penyandang disabilitas dan lansia. Ini bukan bagian dari rencana awalnya.
Choi awalnya bertanya-tanya siapa yang bisa melakukan peninjauan dan bagaimana pekerjaan itu bisa didanai.
Percakapan dengan Kwon Chan, mantan kolega Microsoft dan mantan wakil presiden ChorogUsan for Children, juga membuatnya sadar akan kurangnya pekerjaan yang stabil dan mudah diakses bagi penyandang disabilitas.
Choi enggan membingkai idenya dengan bahasa yang muluk. "Humanisme digital terdengar terlalu muluk bagi saya," katanya.
"Saya lebih menganggap AI sebagai teman yang dapat diandalkan — sesuatu yang membantu kita dengan hal-hal yang tidak nyaman atau membosankan untuk dilakukan sendiri."
Harapannya untuk DragonEyes pun sederhana.
>>> Panduan Seoul International Fireworks Festival 2026: Jadwal, Lokasi, dan Tips
"DragonEyes bisa menjadi pekerjaan yang berharga bagi seseorang, dan bagi orang lain, cara untuk terhubung dengan dunia," pungkasnya.