unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Fenomena Urban Running di Seoul: Dari Puppy Run hingga Fasilitas Pelari di Stasiun
Lifestyle

Fenomena Urban Running di Seoul: Dari Puppy Run hingga Fasilitas Pelari di Stasiun

Fenomena Urban Running di Seoul: Dari Puppy Run hingga Fasilitas Pelari di Stasiun
Fenomena Urban Running di Seoul: Dari Puppy Run hingga Fasilitas Pelari di Stasiun
A A Ukuran Teks16px

Fenomena lari perkotaan di Seoul berkembang pesat, ditandai dengan munculnya berbagai acara kreatif dan dukungan dari merek serta pemerintah.

Salah satu tren yang viral adalah 'puppy run', di mana pelari menggunakan aplikasi GPS untuk membentuk gambar anjing pada peta digital.

>>> Pria Paruh Baya Makin Peduli Penampilan Awet Muda, Ini Saran Dokter

Rute ini melintasi kawasan Seochon, Samcheong-dong, dan Gwanghwamun, dengan pelari menyusuri gang-gang untuk membentuk detail seperti telinga, ekor, dan kaki.

Park Eun-kyung, mantan ketua klub lari, mengikuti sesi lari keliling Gyeongbokgung yang diadakan oleh merek lari khusus, On Your Mark.

Menurutnya, loop Gyeongbokgung sepanjang 2,5 kilometer sangat cocok untuk lari 5 km dengan dua putaran, dan medannya yang datar ramah bagi pemula.

Dia juga menyebut bahwa pemandangan istana saat matahari terbenam sangat indah, dan ada banyak kafe tersembunyi di sekitar area tersebut.

Dukungan Merek dan Pemerintah

Korea Selatan kini memiliki banyak acara lari yang diadakan oleh merek, seperti sesi lari terstruktur yang menggabungkan identitas merek dengan program yang dirancang.

Maraton domestik besar juga berkembang menjadi pameran multi-hari dengan pendaftaran pelari, toko pop-up, dan acara bincang-bincang.

Rute populer seperti 'sweet potato run' di Yeouido dan 'puppy run' di Seochon telah mendorong ekonomi lokal.

Merek seperti On Your Mark dan Adidas membuka pusat ritel di dekat Gyeongbokgung, sementara kafe-kafe lokal mulai memberikan diskon kepada pelari.

Lee Jong-yeob, manajer Cafe Nondo's di Seochon, mengatakan bahwa pemilik kafe sangat menyukai lari sehingga mereka memberikan diskon 20 persen untuk pelari.

>>> Wisatawan Asing Kini Lebih Pilih Gunung daripada Istana di Korea

Kafe tersebut menjadi pusat komunitas, dan toko-toko di sekitarnya mulai buka lebih awal, sekitar pukul 7 atau 8 pagi, untuk melayani pelari.

📰 Update Terbaru