Pemerintah Kota Seoul akan mengubah delapan layar media di pusat kota menjadi galeri seni terbuka selama sebulan penuh.
Langkah ini dilakukan untuk memperluas pengalaman Kiaf Seoul, pameran seni internasional pertama di Korea, ke luar gedung COEX.
>>> Fenomena Urban Running di Seoul: Dari Puppy Run hingga Fasilitas Pelari di Stasiun
Program khusus bertajuk "Media Art Seoul × Kiaf" akan berlangsung mulai Selasa hingga 19 September.
Setiap jam, program berdurasi dua menit akan diputar serentak di delapan lokasi di sekitar Gwanghwamun.
Layar-layar tersebut meliputi lima layar luar ruangan yang dikelola swasta, seperti KT Square, K-Vision di Koreana Hotel, Lumi Media, LUUX, dan Museum Seni Ilmin.
Selain itu, tiga platform media milik kota juga akan menampilkan karya seni.
Layar beroperasi dari pukul 06.00 hingga tengah malam, sementara fasad media di Atelier Nodeul dan Atelier Gwanghwa menyala dari pukul 19.00 hingga 23.00.
Empat seniman yang dipilih oleh Pemerintah Kota Seoul dan Asosiasi Galeri Korea adalah JE BAAK, Seok Chang-woo, Jeon Hye-ju, dan Han Seung-gu.
Karya mereka berjudul "Universe," "Breath of Ink," "The Birth of a New Flower," dan "Mirrormask: The Self Beyond the Boundary."
>>> Dari Anti-Pembajakan ke Perlindungan Anak: Kisah CEO DragonEyes
Setiap karya akan ditampilkan selama 30 detik dalam program dua menit tersebut.
Kiaf Seoul, yang dimulai pada 2002, akan menggelar edisi ke-25 di COEX mulai Rabu hingga 6 September.
Di pameran utama, instalasi "Media Art Seoul" akan menempatkan jelai hijau asli di depan layar berukuran 8 meter kali 3,6 meter.
Kipas angin akan menciptakan gerakan yang mencerminkan lanskap digital, sehingga pengunjung dapat merasakan karya melalui penglihatan, aroma, dan angin.
Platform kota lainnya akan menampilkan karya tambahan, termasuk tujuh karya di Atelier Nodeul, karya Han Seung-gu dan Hong Na-gyeom di Atelier Gwanghwa, serta tujuh karya bertinta, cahaya, dan warna di Haechi Madang Media Wall.
Layanan pemandu mobile juga akan menyediakan deskripsi karya dan audio yang dihasilkan AI serta narasi Haechi melalui kode QR di dekat lokasi pameran.
Choi In-kyu, pejabat kebijakan desain Seoul, mengatakan kota akan memperluas kolaborasi dengan acara seni untuk menjadikan media art sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
>>> Pria Paruh Baya Makin Peduli Penampilan Awet Muda, Ini Saran Dokter
Ia menambahkan bahwa media art juga akan dikembangkan sebagai konten budaya dan pariwisata.
