Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menjadi sorotan publik setelah pernyataannya tentang libur sekolah beredar luas.
Video yang memperlihatkan Reza berbicara dalam rapat daring bersama kepala sekolah dan guru itu ramai diperbincangkan di media sosial.
>>> Isyarat Trump Soal Tak Lagi Maju di 2028 Mulai Terlihat
Dalam rapat tersebut, ia membahas penyesuaian kegiatan belajar mengajar di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Reza menyampaikan kekhawatirannya jika sekolah diliburkan, terutama terkait keberlangsungan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kantin sekolah.
"Karena ketika sekolah diliburkan, berpengaruh juga pada dapur-dapur MBG (mati). Kita mengerti, Bapak Ibu ya?
Bapak Ibu saya harap baik-baik saja punya kebijaksanaan juga dapur MBG mati bu, kantin-kantin mati bu habis itu," ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti potensi dampak negatif jika anak-anak diliburkan, seperti berkumpul di kafe dan membuat keributan.
>>> Meneladani Rasulullah, Mengisi Kemerdekaan: Refleksi Khutbah Jumat 4 September 2026
"Belum lagi dampak ketika anak-anak diliburkan mereka yang harusnya mereka di rumah mereka ke kafe-kafe buat keributan, buat masalah.
Iya. Nanti kita yang pusing, Bu," ungkapnya.
Ia pun meminta pihak sekolah tidak menerapkan aturan secara kaku dan mempertimbangkan kondisi yang sedang berlangsung.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai latar belakang pendidikan Muhammad Reza Prabowo.
Publik masih menantikan klarifikasi lebih lanjut dari Kadisdik Kalteng terkait pernyataannya yang menuai pro dan kontra.