unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Ham Yang-ah Kembali ke Art Sonje Center dengan Panorama Krisis dan Kepedulian

Ham Yang-ah Kembali ke Art Sonje Center dengan Panorama Krisis dan Kepedulian

Ham Yang-ah Kembali ke Art Sonje Center dengan Panorama Krisis dan Kepedulian
Ilustrasi: Ham Yang-ah Kembali ke Art Sonje Center dengan Panorama Krisis dan Kepedulian
A A Ukuran Teks16px

Media artis Ham Yang-ah kembali ke Art Sonje Center di Seoul setelah 16 tahun.

Ia membawa pameran tunggal bertajuk "Yang Ah Ham: Undefined Panorama" yang merenungkan krisis, koeksistensi, dan seni mendengarkan.

>>> 5 Makanan Musim Panas untuk Memulihkan Energi

Pameran ini menggabungkan karya baru dan lama dari proyek delapan tahun sang artis, "Undefined Panorama".

Proyek ini membedah sistem sosial kontemporer—dari keuangan, politik, hingga pendidikan dan tenaga kerja—melalui instalasi video berlapis dan diagram.

Proyek ini pertama kali diluncurkan setelah bencana feri Sewol pada 2014 yang mengguncang masyarakat Korea.

Ham mengingat pertanyaan mendesak yang muncul saat itu: "Sebagai artis, apa yang harus saya lakukan?"

Ia menjelaskan ingin memahami "dari mana semua rasa sakit ini berasal," melampaui skala kehidupan individu.

Instalasi Video 8 Kanal di Lantai Dua

Di jantung pameran di lantai dua, terdapat instalasi video delapan kanal baru berjudul "Undefined Panorama 4.0" (2026).

Karya ini disajikan dalam struktur melingkar monumental yang dapat dimasuki pengunjung seperti plaza, dikelilingi gambar bergerak yang berkelanjutan.

Karya berdurasi 22 menit ini meninjau kembali momen-momen penting dalam sejarah global, dari Perang Dingin, kebangkitan neoliberalisme, krisis keuangan 2008, hingga pandemi COVID-19.

Semua itu dilacak efek konkretnya pada tubuh manusia dan kehidupan sehari-hari.

Ham menjelaskan bahwa bentuk melingkar sengaja berbeda dari panorama Eropa abad ke-19 yang berkesan kolonial dan penuh kemenangan.

"Awalnya, panorama adalah bentuk visual dominan yang menunjukkan 'Kita mencapai dunia ini.'

Saya menginginkan ruang yang lebih seperti plaza, tempat cerita-cerita berbeda bertemu setara, bukan satu subjek yang mengontrol pandangan."

Arsip Emosional di Lantai Tiga

Di lantai tiga, Ham memperkenalkan karya baru lainnya, "The Listening Speaker, The Speaking Other" (2026).

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot