Sejak 1945, dunia telah menyaksikan lebih dari 2.000 ledakan uji coba nuklir, tetapi dalam tiga dekade terakhir kurang dari 12.
Floyd memperingatkan bahwa jika uji coba nuklir dilanjutkan, hasilnya akan berupa persenjataan nuklir baru yang lebih canggih, meningkatnya risiko kesalahan perhitungan nuklir, dan kehancuran akibat "nasib buruk nuklir".
Hari Internasional Menentang Uji Coba Nuklir ditetapkan untuk memperingati penutupan situs uji coba nuklir Soviet di Semipalatinsk, yang kini berada di Kazakhstan, pada 29 Agustus 1991.
Situs tersebut menyaksikan 456 uji coba nuklir.
Hari ini juga menyoroti para korban era atom.
Tina Cordova, salah satu pendiri Tularosa Basin Downwinders Consortium, menceritakan bagaimana lima generasi keluarganya terpapar radiasi sejak uji coba bom atom pertama pada 16 Juli 1945 di New Mexico.
"Kami tidak pernah diperingatkan sebelum atau sesudahnya tentang bahaya itu, jadi kami menjalani hidup seperti biasa," kata Cordova.
Ia menekankan bahwa mereka tidak sendirian.
Uji coba nuklir terjadi di seluruh dunia, dan orang-orang di Guam, Tahiti, Kazakhstan, wilayah Aborigin Australia, serta Idaho, Utah, Arizona, Nevada, Colorado, dan Montana juga terpapar, termasuk pekerja uranium dan keluarga mereka.
"Kami adalah orang-orang yang menjadi korban kolateral dari pengembangan dan pengujian perangkat nuklir, dan dibiarkan menanggung konsekuensinya sendiri," ujar Cordova.
>>> Cabuli Bocah dengan Iming Rp3 Ribu, Pria di Tangerang Diciduk
"Itulah sebabnya kami berjuang untuk pengakuan dan bantuan."