Khatib mengingatkan bahwa harta haram tidak pernah membawa ketenangan. Alih-alih bahagia, banyak pelaku usaha haram yang justru diujung hayatnya dihantam musibah.
Coba kita amati fenomena di sekeliling kita. Tidak sedikit orang kaya yang mendadak terserang penyakit parah dan misterius—seperti stroke mendadak, gagal ginjal, atau jantung koroner di usia muda. Harta yang ditumpuk dengan cara curang ternyata tidak bisa membeli kesehatan. Lebih tragis lagi, banyak dari mereka yang berakhir di balik jeruji besi, meninggalkan keluarga yang terlantar dan harta yang disita negara.
Harta yang awalnya disangka membawa kebahagiaan, justru menjelma menjadi malapetaka dan penderitaan yang tak berkesudahan.
Daging yang Tumbuh dari Sesuatu yang Haram
Puncak dari peringatan keras mengenai bahaya harta haram disampaikan melalui sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sangat menggetarkan hati:
“Wahai Ka’ab bin Ujrah, sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram, neraka lebih utama baginya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban).
Bayangkan, hadirin sekalian! Setiap suapan makanan, minuman, atau pakaian yang dibeli dari uang haram akan berubah menjadi darah, daging, dan sel-sel tubuh kita. Ketika tubuh ini digerakkan oleh energi dari sesuatu yang haram, lisan yang berdzikir dan tangan yang bersedekah pun akan ditolak oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tempat yang paling pantas bagi tubuh yang dikenyangkan oleh harta haram bukanlah istana megah di dunia, melainkan api neraka di akhirat kelak. Naudzubillahi min dzalik.
Sindrom Qarun dan Ilusi Keserakahan
Mengapa manusia begitu mudah tergoda oleh harta haram? Jawabannya ada pada sifat dasar manusia: keserakahan.
Khatib mengajak jamaah untuk merenungkan kisah Qarun. Hartanya begitu melimpah hingga kunci-kunci gudang hartanya harus dipikul oleh sekelompok orang berbadan kekar. Namun, karena keserakahan dan kesombongannya di hadapan Nabi Musa ‘alaihissalam, Allah tenggelamkan ia bersama seluruh istana dan hartanya ke dalam perut bumi. Saking hinanya nama Qarun, hingga hari ini tidak ada satu pun orang tua di dunia ini yang mau menamai anaknya dengan nama tersebut.