Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah menggambarkan watak manusia: jika diberi satu lembah berisi emas, ia akan meminta lembah kedua. Jika diberi dua, ia akan meminta yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghentikan nafsu ini kecuali kematian.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At-Takasur: 1–2).
Renungkanlah sejenak. Tumpukan harta yang kita jaga siang dan malam, pada akhirnya akan ditinggalkan. Kita akan masuk ke dalam liang kubur yang sempit dan gelap, seorang diri.
Rahasia "Berkah" pada Rezeki yang Halal
Lantas, apa solusinya? Khatib menutup pesan pertamanya dengan sebuah kalimat yang menyejukkan: “Carilah rezeki yang halal walau sedikit.”
Rezeki yang halal memiliki kekuatan magis yang disebut berkah. Secara bahasa, berkah berarti ziyadatul khair (bertambahnya kebaikan). Rezeki halal yang jumlahnya secara matematika mungkin sedikit, namun di mata Allah akan dilipatgandakan.
Ciri-ciri rezeki yang berkah sangat mudah dirasakan:
- Hati menjadi tenang: Tidur nyenyak tanpa dihantui rasa takut atau paranoia.
- Ibadah terasa manis: Tubuh yang diisi makanan halal akan ringan diajak untuk bersujud dan beramal saleh.
- Keluarga sakinah: Melahirkan keturunan yang saleh dan sehat, jauh dari penyakit hati dan fisik.
- Mudah berinfak: Hati terasa lapang untuk berbagi dengan sesama.
Itulah sebaik-baiknya keadaan di dunia, yang kelak akan menjadi tiket keselamatan di akhirat.
Penutup: Memohon Kecukupan dari Yang Halal
Menjelang akhir khutbah kedua, jamaah diajak untuk memanjatkan doa yang sangat indah dan sarat makna, memohon agar dijauhkan dari ketergantungan pada yang haram:
“Allahumma aghnina bihalalika ‘an haramika, wa bitha’atika ‘an ma’shiyatika, wa bifadhlika ‘amman siwaka.” (Ya Allah, cukupilah kami dengan kehalalan-Mu sehingga kami tidak membutuhkan yang haram-Mu. Taatkanlah kami sehingga kami tidak bermaksiat kepada-Mu. Dan berikanlah kami karunia-Mu sehingga kami tidak membutuhkan selain Engkau).
Di tengah gempuran zaman yang menawarkan jalan pintas menuju kekayaan, mari kita jadikan khutbah Jumat 4 September 2026 ini sebagai titik balik. Jangan sampai ambisi sesaat membuat kita menukar kebahagiaan sejati dengan murka Allah yang abadi.
Pulanglah dari masjid hari ini dengan tekad baru: mencari yang halal, membelanjakan yang baik, dan menyisihkan untuk berbagi. Karena pada akhirnya, bukan harta yang kita bawa mati, melainkan amal dan keberkahan yang kita tinggalkan.