Saat ditanya tentang calon presiden pada 2016, Parton menjawab keduanya 'gila'.
Di ajang Emmy 2017, ia menghindari kritik politik yang dilontarkan rekannya, Lily Tomlin dan Jane Fonda, dengan beralih ke humor.
Steinem, sebaliknya, secara konsisten mendukung kandidat Demokrat dan mengadvokasi hak aborsi. Ia hidup menyaksikan Mahkamah Agung membatalkan Roe v.
Wade, yang menghapus hak konstitusional atas aborsi.
Meskipun ada perbedaan, Steinem menekankan bahwa yang terpenting bukanlah label, melainkan kemampuan perempuan untuk membuat pilihan sendiri. Namun, perbedaan politik tetap muncul dalam duka publik.
Kematian Parton memicu ungkapan belasungkawa dari berbagai kalangan, termasuk Trump yang memerintahkan bendera setengah tiang. Sementara itu, kematian Steinem tidak mendapat pengakuan serupa dari konservatif.
Hillary Clinton memuji Steinem karena optimismenya meski banyak rintangan. Steinem sendiri pernah berkata, 'Jika kita masing-masing memiliki obor, akan ada lebih banyak cahaya.'
Media sosial menunjukkan dukungan untuk kedua tokoh akan diteruskan.
Liz Webster, seorang penata rambut Amerika di Jerman, menyebut mereka 'dua wanita yang sangat berbeda yang membentuk cara saya melihat apa yang bisa menjadi seorang wanita'.
Ia menambahkan, 'Jadilah teladan. Gunakan kebebasanmu.
Lindungi itu. Dan pastikan perempuan setelah kita memiliki lebih banyak.'