unique visitors counter
⌂ Beranda News Teks Khutbah Jumat, 11 September 2026 Ilusi Kemewahan dan Bahaya Rezeki Haram: Mengapa Sedikit yang Halal Jauh Lebih Membahagiakan?
News

Teks Khutbah Jumat, 11 September 2026 Ilusi Kemewahan dan Bahaya Rezeki Haram: Mengapa Sedikit yang Halal Jauh Lebih Membahagiakan?

Teks Khutbah Jumat, 11 September 2026 Ilusi Kemewahan dan Bahaya Rezeki Haram: Mengapa Sedikit yang Halal Jauh Lebih Membahagiakan?
Interior Masjid
A A Ukuran Teks16px

“Wahai Ka’ab bin Ujrah, sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram, neraka lebih utama baginya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban)

Bayangkan proses biologis yang menakutkan ini! Makanan dan minuman haram yang kita masukkan ke dalam mulut, akan dicerna, berubah menjadi darah, dan pada akhirnya membangun daging serta sel-sel di tubuh kita. Ketika tubuh ini digerakkan oleh energi yang haram, maka ia secara otomatis mengundang murka Allah. Doa-doa yang dipanjatkan oleh tubuh yang "kenyang" oleh harta haram pun akan terhalang dari langit.

Sindrom Qarun dan Jatuh Bangun Keserakahan Manusia

Sejarah Islam mencatat kisah Qarun sebagai peringatan abadi bagi siapa saja yang silau oleh harta. Kekayaannya begitu luar biasa hingga kunci-kunci gudang hartanya harus dipikul oleh sekelompok pria berotot. Namun, apa yang terjadi? Kesombongan dan keserakahan membuatnya enggan berbagi, bahkan menantang Nabi Musa ‘alaihissalam.

Akhirnya? Allah menenggelamkan Qarun beserta seluruh istana dan harta kebanggaannya ke dalam perut bumi. Saking hinanya nama dan perbuatan Qarun, hingga hari ini tidak ada satu pun orang tua di dunia ini yang mau menamai anaknya dengan nama Qarun.

Kisah ini sangat relevan dengan watak dasar manusia yang dijelaskan dalam Al-Qur'an. Jika diberi satu ladang emas, manusia akan meminta yang kedua, lalu yang ketiga, dan seterusnya. Sifat tamak ini diabadikan oleh Allah dalam Surat At-Takasur ayat 1-2:

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At-Takasur: 1-2)

Renungkanlah sejenak. Sehebat apa pun kita menumpuk harta di dunia, pada akhirnya kita akan meninggalkan semuanya dan masuk ke dalam liang kubur yang sempit, seorang diri, tanpa membawa apa-apa kecuali amal dan hati yang bersih.

📰 Update Terbaru