unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Promotor Konser Kahitna 40 Tahun Minta Maaf Usai Dihujat Penonton
Hiburan

Promotor Konser Kahitna 40 Tahun Minta Maaf Usai Dihujat Penonton

Suasana konser Kahitna 40 Tahun yang menuai kritik penonton
Promotor Konser Kahitna 40 Tahun Minta Maaf Usai Dihujat Penonton
A A Ukuran Teks16px

Penonton lain menyebut konser yang berlangsung lebih mirip podcast daripada konser musik. Mereka mengeluhkan terlalu banyak obrolan dan pergantian baju, sehingga porsi bernyanyi jadi berkurang.

Masalah sound system yang sember juga menjadi sorotan. Beberapa penonton di bagian belakang mengaku tidak mendengar suara dengan jelas.

Selain itu, fasilitas toilet yang tidak mencukupi dan pilihan jajanan yang kurang menarik turut memperpanjang daftar kekecewaan.

Kekecewaan Penggemar

Pernyataan maaf promotor rupanya tidak serta-merta meredam kekecewaan penggemar. Banyak yang menilai permintaan maaf itu kurang tulus karena penonton diminta mengisi formulir lagi.

"Buka Threads aja min. Klo capek, minta rangkum deh pake AI.

Soulmate udah nulis buanyak di situ semua. Masa masih minta 'disuapin', kita udah kecewa disuruh effort lagi," tulis seorang netizen.

Penonton lain menyoroti perubahan seat plan yang terjadi H-14 sebelum konser. Menurutnya, hal itu menjadi tanda bahaya karena konsumen membeli tiket berdasarkan denah kursi yang sudah dilihat.

"Diubah sepihak = ingkar janji," tegasnya.

Ada pula yang mempertanyakan pilihan venue yang dianggap kurang representatif. Mereka menyarankan lokasi seperti Istora, JCC, ICE, atau Indonesia Arena sebagai alternatif yang lebih baik.

Seorang penonton bahkan meminta promotor untuk tidak lagi bekerja sama dengan Kahitna di masa mendatang. "Kami sayang KAHITNA, kami ga mau Kahitna kami kurang total krn kalian," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kahitna sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan penggemar mereka. Konser yang seharusnya menjadi perayaan bersejarah itu justru meninggalkan kesan pahit bagi sebagian penonton.

📰 Update Terbaru