1. Kerusakan Epistemologi: Keraguan terhadap Janji Allah
Konteks pertama tergambar dalam Surah Ali Imran ayat 154:
﴿ ثُمَّ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ الْغَمِّ اَمَنَةً نُّعَاسًا يَّغْشٰى طَۤاىِٕفَةً مِّنْكُمْ ۙ وَطَۤاىِٕفَةٌ قَدْ اَهَمَّتْهُمْ اَنْفُسُهُمْ يَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ ﴾
Artinya: "Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah."
Ayat ini menggambarkan kondisi psikologis dan spiritual di mana sebagian manusia, ketika dihadapkan pada ujian atau kesedihan, malah merasa cemas berlebihan dan ragu-ragu terhadap janji serta keberadaan Allah. Mereka menyangka yang tidak-tidak tentang Tuhan, persis seperti pola pikir jahiliah.
Dalam tafsirnya, kondisi ini mencerminkan kerusakan epistemologi (kerusakan pada cara berpikir dan memahami kebenaran). Kaum munafik atau mereka yang lemah imannya tidak mantap dalam keyakinan, meskipun secara lahiriah mereka mengaku Islam. Di era modern, ini terlihat dari mudahnya seseorang putus asa, menyalahkan takdir, hingga mencari pembenaran spiritual di luar ajaran agama yang murni ketika menghadapi krisis ekonomi atau sosial.
2. Degradasi Moral: Bahaya 'Tabaruj Jahiliyah'
Konteks kedua mencakup perilaku dan tingkah laku yang mencerminkan ketidakpahaman terhadap nilai-nilai ketuhanan. Al-Qur'an menyebutnya sebagai tabaruj al-jahiliyah dalam Surah Al-Ahzab ayat 33:
﴿ وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗ اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا ﴾
Artinya: "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya..."