unique visitors counter
⌂ Beranda News Khutbah Jumat 11 September 2026: Mengupas Tuntas Bahaya 'Jahiliyah Modern' dan Cara Menghindarinya
News

Khutbah Jumat 11 September 2026: Mengupas Tuntas Bahaya 'Jahiliyah Modern' dan Cara Menghindarinya

Khutbah Jumat 11 September 2026: Mengupas Tuntas Bahaya 'Jahiliyah Modern' dan Cara Menghindarinya
Jamaah calon haji bersiap menjalankan shalat di Masjidil Haram
A A Ukuran Teks16px

Pada masa Arab Jahiliyah, masyarakat membangun sistem yang rusak, menciptakan ketidaksetaraan, eksploitasi, dan ketidakadilan. Ironisnya, fenomena ini hadir kembali dalam struktur kemasyarakatan kita saat ini.

Dalam realitas kehidupan modern, banyak masyarakat yang menjauh dari nilai-nilai ilahiah demi mengejar validasi semu, tren media sosial, dan gaya hidup hedonis. Ini adalah bentuk tabaruj jahiliyah kontemporer. Ketidaksetaraan, ketidakadilan, dan kecenderungan mengabaikan prinsip etika agama semakin merajalela. Sebagai umat Islam, kita wajib mengintrospeksi diri agar tidak terperangkap dalam budaya yang merusak ini. Mari kita bangun masyarakat yang adil berdasarkan nilai-nilai ilahiah yang menghormati hak-hak setiap individu.

3. Sistem Hukum yang Melenceng dari Keadilan Ilahiah

Konteks ketiga berkaitan dengan sistem hukum dan tata kelola yang bertentangan dengan nilai keadilan. Al-Qur'an menegurnya dengan tegas dalam Surah Al-Maidah ayat 50:

﴿ اَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُوْنَۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ ﴾

Artinya: "Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?"

Saat ini, kita sering menyaksikan bagaimana hukum terkadang diterapkan secara tidak adil, terutama yang berkaitan dengan aspek kepemilikan harta, kekuasaan, dan jabatan. Kondisi ini menciptakan ketimpangan di mana hak-hak individu yang lemah dapat diinjak-injak oleh kekuatan material dan politik.

Korupsi, nepotisme, dan penyalahgunaan wewenang adalah manifestasi nyata dari "hukum jahiliyah" modern yang mengguncang fondasi keadilan. Sebagai umat Islam, kita dituntut untuk menghadapi realitas ini dengan bijak dan tegas. Kita harus berusaha menjadikan nilai-nilai keadilan, transparansi, dan kebenaran sebagai landasan utama dalam setiap aspek kehidupan, baik sebagai pemimpin maupun sebagai warga negara.

Semoga Allah memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita untuk menjalankan tugas sebagai pembela keadilan di tengah masyarakat yang penuh tantangan ini. Amin ya Rabbal 'alamin.

📰 Update Terbaru