Penutup Khutbah Pertama
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Teks Lengkap Khutbah Jumat Kedua
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ.
اللّهُمَّ فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ:
فَأُوْصِيْنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.
Jamaah salat Jumat yang dimuliakan Allah,
Dalam refleksi khutbah hari ini, kita telah menilik tiga ciri jahiliyah gaya baru yang mengintai dalam kehidupan modern.
Pertama, kita diingatkan untuk menjauhkan diri dari kerusakan epistemologi, yaitu keraguan terhadap janji dan keberadaan Allah di tengah ujian hidup.
Kedua, kita diminta untuk menghindari tabaruj jahiliyah, yakni perilaku dan budaya yang menjauhkan kita dari nilai-nilai ilahiah demi validasi duniawi.
Ketiga, kita diingatkan tentang bahaya sistem hukum dan tata kelola yang bertentangan dengan nilai keadilan, seperti korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Sebagai umat Islam, kita diberikan tugas mulia untuk menjaga diri dari jeratan jahiliyah gaya baru ini. Kita perlu memperkuat iman dan keyakinan, menjalankan tuntunan-Nya dalam segala aspek kehidupan, mulai dari cara kita berinteraksi di media sosial, mengelola keuangan, hingga menyikapi isu-isu keadilan di lingkungan sekitar.
Mari kita jauhi perilaku dan budaya yang tidak sejalan dengan ajaran Islam. Teruslah berjuang untuk menciptakan masyarakat yang adil, bermoral, dan penuh kasih sayang. Dalam menanggapi tantangan ini, mari kita bersatu. Kita perlu membangun kesadaran dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang ajaran Islam, agar masyarakat modern dapat menggali kearifan dan kebenaran yang terkandung dalam agama kita, bukan sekadar menjadikannya simbol tanpa substansi.