Tidak ada korban jiwa di antara 22 awak New Andros. Pemerintah Irak mengonfirmasi insiden tersebut dan menyebut tanker itu digunakan untuk penyimpanan.
Dampak pada Pasokan Minyak dan Harga Energi
Serangan ini menggagalkan upaya AS yang sebelumnya berhasil mengawal tanker melintasi Selat Hormuz. Sebelum perang, selat ini membawa seperlima pasokan minyak dunia.
Ekonom kepala Rystad Energy, Claudio Galimberti, mengatakan aliran minyak melalui Hormuz turun hingga 2 juta barel per hari.
Padahal pekan sebelum pertempuran kembali pecah pada 30 Agustus, alirannya mencapai 8-9 juta barel per hari.
Kenaikan harga minyak mentah juga diikuti lonjakan harga bahan bakar. Harga rata-rata diesel AS mencapai rekor tertinggi di atas US$5,94 per galon.
Bensin juga lebih mahal dari biasanya pada periode tahun ini.
Selain konflik AS-Iran, eskalasi pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi di Yaman menambah ketidakpastian pasar energi.
Houthi meluncurkan serangan ke empat kota di Arab Saudi pada Selasa, menyebabkan kebakaran besar di instalasi minyak.
Otoritas Saudi melaporkan 73 orang terluka dalam serangan tersebut. Mereka juga mengeluarkan peringatan di dua kota yang diserang, namun kemudian menyatakan ancaman telah berlalu.
Pemerintah yang didukung Saudi di Yaman selatan melancarkan serangan ke wilayah yang dikuasai Houthi. Kelompok Houthi sebelumnya mengancam pelayaran Saudi di Laut Merah.