Mereka menjatuhkan Portrait of Madame Pichon dan Coco Reading saat melarikan diri melalui taman Museum Renoir di Cagnes-sur-Mer.
Mereka memotong pagar dengan pisau atau gergaji listrik dan masuk melalui lantai dasar, kata Wali Kota Bryan Masson.
Aksi itu berlangsung kurang dari tiga menit. Masson memperkirakan nilai karya seni tersebut mencapai 9 juta euro atau sekitar 10,5 juta dolar AS.
Karya seni terkenal yang dicuri sulit dijual melalui jalur resmi. Karena itu, lukisan tersebut bisa jadi bernilai kecil atau tidak bernilai bagi para pencuri.
Europol menyatakan perampokan museum semakin brutal. Palu godam, kapak, linggis, bahkan bahan peledak digunakan untuk membobol dan menghancurkan lemari kaca.
Pencuri juga semakin menyasar benda museum berbahan emas dan logam mulia yang bisa dilebur, serta batu permata yang bisa dilepas dan dijual.
Menurut Europol, para kriminal menilai keamanan museum kurang kokoh dibandingkan toko perhiasan.
Kalung kuno yang dicuri 24 Juli dari museum di Châtillon-sur-Seine, Prancis timur, dibuat dari hampir setengah kilogram emas.
Direktur Le Journal des Arts, Jean-Christophe Castelain, mencatat rekor 10 pembobolan menyasar museum Prancis dan Eropa lain pada musim panas ini.
Delapan dari 10 kasus itu melibatkan perhiasan, koin, atau benda antik yang mudah dilebur.
Museum Lalique di Wingen-sur-Moder, dekat perbatasan Jerman, belum dibuka kembali sejak pencurian perhiasan 5 Juli dari enam lemari kaca.
Museum publik itu merayakan perajin perhiasan dan kaca abad ke-19, René Lalique, serta penerusnya.
Direkturnya, Véronique Brumm Schaich, masih merasakan luka mendalam. Suaranya bergetar saat diwawancarai.
Museum itu mencari 200.000 euro atau sekitar 233.000 dolar AS untuk peningkatan keamanan.