unique visitors counter
⌂ Beranda News Inflasi AS Naik karena Harga BBM Melonjak akibat Konflik Timur Tengah
News

Inflasi AS Naik karena Harga BBM Melonjak akibat Konflik Timur Tengah

Ilustrasi kenaikan harga bensin dan inflasi Amerika Serikat akibat konflik Timur Tengah
Inflasi AS Naik karena Harga BBM Melonjak akibat Konflik Timur Tengah
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

The Fed Terbelah, Keputusan Suku Bunga Kian Ketat

Pembuat kebijakan The Fed terbelah soal apakah akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Perbedaan beberapa perseratus poin persentase dalam laporan inflasi Jumat bisa menentukan apakah bank sentral menaikkan suku bunga acuan atau membiarkannya tidak berubah.

The Fed yang bertugas menjaga inflasi biasanya menaikkan biaya pinjaman untuk memperlambat belanja dan membatasi kenaikan harga.

Ketua Kevin Warsh memberi sinyal condong ke kenaikan suku bunga dalam pidato penting dua pekan lalu, tetapi tidak berkomitmen melakukannya pada waktu tertentu.

Gubernur The Fed Christopher Waller, yang menggemakan beberapa pejabat lain, menyarankan jika laporan inflasi Jumat menunjukkan pendinginan harga, ia akan mendukung mempertahankan suku bunga.

Waller adalah salah satu dari 12 pejabat yang memberikan suara pada setiap keputusan suku bunga The Fed.

Penekanan besar Waller pada angka Agustus meningkatkan taruhan untuk laporan Jumat.

Jika angka inti bulanan dibulatkan menjadi 0,3%, beberapa analis Wall Street memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga.

Namun jika dibulatkan menjadi 0,2% atau lebih rendah, maka kemungkinan mempertahankan suku bunga lebih besar.

Jika berada di antara keduanya, tidak jelas apa yang mungkin dilakukan The Fed.

Seorang analis menyebut pertimbangan semacam itu sebagai presisi yang menggelikan.

Warsh tidak ingin membocorkan langkah berikutnya, yang menurut beberapa ekonom akan membuat ketidakpastian semacam ini lebih umum sebelum pertemuan The Fed.

Pemerintahan Trump berupaya meredam kekhawatiran pemilih tentang harga tinggi dan suku bunga yang naik menjelang pemilihan paruh waktu.

Presiden Donald Trump pada Rabu menjanjikan pembayaran 5.000 dolar AS kepada setiap orang dewasa Amerika jika Partai Republik mempertahankan mayoritas di Kongres.

📰 Update Terbaru