unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Sinema Indonesia di Busan 2026: Dua Film Masuk Kompetisi Utama
Hiburan

Sinema Indonesia di Busan 2026: Dua Film Masuk Kompetisi Utama

Poster Busan International Film Festival 2026 dengan film Indonesia
Sinema Indonesia di Busan 2026: Dua Film Masuk Kompetisi Utama
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Di balik upaya pertemuan itu, berbagai luka lama antara ibu dan anak akan terungkap, sekaligus isu buruh migran, perempuan, dan hak asasi manusia yang digarap secara personal.

2. The Sea Speaks His Name (Laut Bercerita)

Sutradara: Yosep Anggi Noen. Program: Kompetisi Utama.

Di saat suasana muram karena ditangkapnya mahasiswa akibat membaca buku terlarang, Biru Laut mulai tergerak hatinya.

Sebagai mahasiswa di kampus Yogyakarta yang gemar membaca dan menulis, keadaan itu mendorong Laut dan kawan-kawannya bergabung dengan kelompok studi Winatra.

Mereka berdiskusi dan bergerak memperjuangkan kebebasan berekspresi.

3. Four Seasons in Java (Empat Musim Pertiwi)

Sutradara: Kamila Andini. Program: A Window on Asian Cinema.

Pertiwi (Putri Marino) kembali ke kampung halaman terpencilnya setelah 20 tahun demi menata ulang hidupnya.

Saat ia pergi dulu, masuknya aliran listrik sempat membawa harapan bagi desa tersebut, namun fasilitas itu tidak banyak membawa perubahan berarti.

Desa itu justru terasa lebih kelam dari sebelumnya.

Situasi pun berat: sahabatnya menikah dengan mantan kekasihnya, orang tuanya memusuhi kepulangannya, dan sosok keibuan yang dulu menjadi tempatnya mencari kenyamanan telah terusir.

Yang terparah, orang-orang yang dulu menjebloskannya ke penjara kini justru menjadi pihak yang paling berkuasa.

4. αLPα

Sutradara: Dhiwangkara Seta. Program: Wide Angle - Asian Short Film Competition.

Setelah ditangkap, Banyu yang merupakan vokalis punk dikirim ke pusat rehabilitasi moral.

Di sana, ia bertemu Deri, hantu dari masa lalunya dan ulama terhormat di kota tersebut.

Banyu melawan sistem yang mengurungnya, hanya untuk menyadari bahwa satu-satunya jalan untuk bebas ada pada orang terakhir yang ingin ia temui.

Produksi Bersama Indonesia

5. 9 Temples to Heaven

Sutradara: Sompot Chidgasornpongse. Produksi bersama: Thailand, Singapura, Prancis, Norwegia, China, Hong Kong, Indonesia, Qatar.

Program: A Window on Asian Cinema.

6. Hearing

Sutradara: Le Bao. Produksi bersama: Singapura, Vietnam, Norwegia, Prancis, Indonesia, Arab Saudi, Kamboja, Thailand, Taiwan.

Program: A Window on Asian Cinema.

📰 Update Terbaru