Serangan itu juga merusak beberapa bangunan, termasuk sebuah masjid.
Harga Minyak Melonjak dan Permintaan Bantuan Militer
Harga minyak melonjak sepanjang pekan lalu dan harga eceran diesel di Amerika Serikat melampaui rekor 6 dolar AS per galon.
Lonjakan terjadi setelah AS dan Iran saling menembaki tanker, sementara Houthi yang didukung Iran di Yaman bergerak maju di sepanjang Laut Merah.
Kondisi ini berpotensi memperluas gangguan ke jalur minyak utama lainnya.
Washington kini menghadapi dilema apakah akan membantu Arab Saudi melawan Houthi, dengan risiko memperluas perang.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menelepon Trump pada Kamis dan meminta bantuan militer AS untuk melawan Houthi.
Tiga sumber menyebut sang putra mahkota diberi tahu bahwa Washington tidak akan melakukan intervensi langsung untuk saat ini, tetapi akan membantu intelijen.
Trump membenarkan pada Sabtu bahwa ia telah berbicara dengan putra mahkota.
Ia juga mengatakan Houthi telah menelepon pemerintahannya dan meminta Washington tidak terlibat langsung dalam konflik.
Empat sumber pemerintah Yaman menyatakan Houthi merebut Pulau Perim yang strategis pada Jumat.
Pulau itu berada di tengah Selat Bab el-Mandeb, atau Gerbang Air Mata di mulut Laut Merah.
Pertemuan di Oman dan Sikap Iran
Tidak ada pembicaraan antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik sejak kesepakatan Juni yang runtuh dalam beberapa pekan.
Dalam unggahan di X pada Sabtu, Ebrahim Azizi, kepala komite keamanan nasional parlemen Iran, menyatakan bahwa dialog dan negosiasi tidak berguna selama AS tidak menerima semua syarat Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan pada Jumat bahwa Iran akan menghadiri pertemuan dengan negara-negara Arab Teluk di Oman pada Senin.