Pertemuan itu akan membahas masa depan Selat Hormuz.
Namun, seorang pejabat senior Iran yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim pada Sabtu meremehkan peluang terobosan.
Ia menyebut pertemuan atas inisiatif Oman itu dimaksudkan untuk membahas sejumlah isu termasuk selat, tetapi tidak diharapkan menghasilkan kesepakatan tertulis.
Sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita Tasnim bahwa kesepakatan rute melalui selat antara Iran dan Oman akan dipresentasikan pada pertemuan Senin yang juga dihadiri Irak.
Namun, selat tidak akan dibuka kembali kecuali tujuh syarat yang disampaikan Iran kepada AS dipenuhi.
Iran ingin kontrolnya atas Selat Hormuz diakui sehingga dapat memungut biaya dari kapal yang melintas.
Washington menolak keinginan tersebut.
Oman, yang menguasai sisi seberang selat, menyatakan sedang bernegosiasi dengan persetujuan negara-negara kawasan lainnya.