unique visitors counter
⌂ Beranda News Polemik Mindfulness Maudy Ayunda: Antara Privilege, Kesehatan Mental, dan Tuntutan Netizen agar Publik Figur 'Napak Tanah'
News

Polemik Mindfulness Maudy Ayunda: Antara Privilege, Kesehatan Mental, dan Tuntutan Netizen agar Publik Figur 'Napak Tanah'

Polemik Mindfulness Maudy Ayunda: Antara Privilege, Kesehatan Mental, dan Tuntutan Netizen agar Publik Figur 'Napak Tanah'
Maudy • Instagram
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Mengupas Tuntas Makna Mindfulness dari Kacamata Psikologi

Di tengah polemik ini, penting untuk meluruskan pemahaman tentang apa itu mindfulness yang sebenarnya. Agar tidak terjebak pada stigma sebagai alat "pelarian" dari realitas, kita perlu mendengar penjelasan dari ahlinya.

Luh Surini Yulia Savitri, atau yang akrab disapa Mba Vivi, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang mendalami topik ini, memberikan pencerahan. Menurut Mba Vivi, mindfulness adalah kesadaran individu untuk hadir sepenuhnya pada kondisi "di sini dan saat ini" (here and now).

Konsep ini bukan tentang mengabaikan masalah, melainkan menekankan perhatian penuh terhadap pengalaman yang sedang dijalani, termasuk pikiran, perasaan, dan keadaan diri sendiri maupun orang lain, tanpa menghakimi (non-judgmental).

Mba Vivi merujuk pada definisi Jon Kabat-Zinn, pelopor mindfulness modern, yang menyebutnya sebagai kesadaran yang muncul dari waktu ke waktu dengan sikap tidak menghakimi apa pun yang muncul dalam pikiran dan perasaan. Senada dengan itu, Scott R. Bishop mendefinisikannya sebagai bentuk regulasi diri terhadap perhatian serta orientasi untuk mengalami apa yang sedang terjadi pada momen saat ini.

"Intinya, mindfulness adalah kemampuan untuk berfokus pada keadaan saat ini, mencakup kesadaran terhadap diri sendiri, perilaku, pikiran, serta keberadaan orang lain di sekitar kita," pungkas Mba Vivi.


Jenis dan Cara Kerja Mindfulness dalam Keseharian

Mindfulness bukanlah konsep abstrak yang hanya bisa dilakukan di atas bantal meditasi. Praktik ini dapat diintegrasikan ke dalam berbagai aktivitas sehari-hari, antara lain:

  1. Mindful Breathing: Latihan kesadaran dengan memusatkan perhatian pada ritme napas. Ini adalah bentuk paling dasar dan mudah diterapkan di mana saja.
  2. Mindful Eating: Menyantap makanan dengan penuh kesadaran, merasakan tekstur, rasa, dan mensyukuri proses di balik makanan tersebut (bukan sekadar memamerkan makanan estetis di media sosial).
  3. Mindful Walking: Berjalan dengan kesadaran penuh pada setiap langkah dan lingkungan sekitar.
  4. Mindful Parenting: Mengasuh anak dengan kehadiran penuh, mendengarkan, dan merespons kebutuhan emosional anak tanpa reaksi impulsif.
📰 Update Terbaru