"Acara ini mencerminkan semangat persatuan taekwondo, menyatukan orang-orang lintas kebangsaan, budaya, dan bahasa dalam mengejar visi perdamaian bersama."
"Saya berharap persahabatan yang terbentuk di sepanjang Danau Uiam yang indah akan bertahan lama setelah kejuaraan berakhir, dan menginspirasi kita semua untuk terus membangun jembatan pemahaman di seluruh dunia."
Yook juga menyoroti koneksi historis kota dengan solidaritas internasional dan aspirasi masa depannya.
"Chuncheon adalah kota dengan luka mendalam dari Perang Korea 1950-53, dan kami mengenang pengorbanan yang dilakukan oleh negara-negara di seluruh dunia," kata Yook.
"Saat kami bersiap menyambut markas besar World Taekwondo yang baru dan menjadi ibu kota global seni bela diri, kami akan memenuhi tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada kota kami."
Hari Perdamaian Dunia memiliki koneksi historis dengan organisasi ini, karena pertama kali diusulkan ke PBB pada 1981 oleh pendiri GCS International, Choue Young-seek, ayah mendiang presiden World Taekwondo.
World Taekwondo bersama GCS International sebelumnya menggelar World Peace Walkathon di Jeju, "Island of World Peace," pada 2018 sebelum turnamen Jeju Korea Open.
Sementara itu, Chuncheon memulai peletakan batu pertama untuk markas besar World Taekwondo yang baru di Songam Sports Town pada Selasa, dengan jadwal selesai pada 2028.