Snyder menambahkan, melindungi pelayaran komersial saja mungkin tidak dapat dilakukan dalam kondisi tertentu atau cukup memenuhi ekspektasi Amerika Serikat.
Trump secara terbuka mendesak Korea Selatan berkontribusi pada upaya mengamankan Selat Hormuz, sehingga respons Seoul menjadi titik ketegangan antara kedua sekutu.
Meski begitu, Snyder menilai isu ini sebaiknya dilihat sebagai bagian dari hubungan Korea Selatan-Amerika Serikat yang lebih luas, bukan secara terpisah.
“Kontribusi potensial Korea terhadap keamanan di Selat Hormuz adalah salah satu sumber ketegangan dan kesalahpahaman berdasarkan cuitan Presiden Trump, tetapi itu mungkin bukan isu intinya,” katanya.
Ia menunjuk hubungan keamanan dan perdagangan yang lebih luas, implementasi perjanjian investasi Korea Selatan dengan Amerika Serikat, serta lanskap geopolitik Asia Timur Laut sebagai faktor lain yang membentuk aliansi.