unique visitors counter
⌂ Beranda News Mengenang Jarwansah Sekedang: Sang Arsitek Harapan di Balik Reruntuhan Bencana yang Pergi Mendahului Kita
News

Mengenang Jarwansah Sekedang: Sang Arsitek Harapan di Balik Reruntuhan Bencana yang Pergi Mendahului Kita

Mengenang Jarwansah Sekedang: Sang Arsitek Harapan di Balik Reruntuhan Bencana yang Pergi Mendahului Kita
Jarwansya • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Sepanjang hidup profesionalnya, Jarwansah sibuk membantu manusia bangkit setelah bencana. Barangkali tanpa disadarinya, selama itu pula ia sedang membangun monumen kehidupannya sendiri. Bukan dari batu nisan, bukan pula dari prasasti perunggu, melainkan dari pertolongan tulus yang ia berikan kepada sesama.

Kepada istri, anak-anak, dan seluruh keluarga besar yang ditinggalkan, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan kekuatan luar biasa. Kehilangan seorang suami, ayah, dan tempat bersandar tidak akan pernah dapat digantikan oleh jabatan, pangkat, ataupun deretan penghargaan.

Kepada keluarga besar BNPB, tabahlah. Hari ini, dunia kebencanaan Indonesia kehilangan seorang pekerja kemanusiaan sejati—seseorang yang tahu bagaimana cara datang ketika bencana terjadi, dan tetap bekerja keras bahkan ketika kamera-kamera media telah pergi meninggalkan lokasi.

Kepada sahabat kami, Jarwansah, akhirnya kami harus mengucapkan sesuatu yang sesungguhnya sangat berat untuk diucapkan: Perjalanan kita ternyata sampai di sini.

Kita pernah naik helikopter bersama. Pernah hampir jatuh bersama. Pernah diselamatkan bersama. Namun, pagi ini engkau berangkat sendiri. Perjalananmu kali ini tidak lagi memerlukan helikopter, kendaraan lapangan, surat tugas, rompi BNPB, ataupun pos komando.

Selamat jalan, sahabat. Aceh telah melahirkanmu. Indonesia menjadi ladang pengabdianmu. Bencana-bencana menempa hidupmu. Dan kebaikanlah yang kelak membuat orang mengingatmu.

Semoga setiap rumah yang pernah engkau bantu bangun kembali menjadi saksi amalmu. Setiap tangan yang pernah engkau genggam menjadi doa yang tak terputus. Setiap air mata yang pernah engkau bantu usap menjadi penerang perjalananmu menuju keabadian.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.

Selamat jalan, Jarwansah Sekedang. Engkau telah begitu lama mengurus kehidupan orang lain setelah bencana. Sekarang, tugasmu telah selesai. Pulanglah. Beristirahatlah dengan tenang. Kami yang masih tinggal di dunia fana ini akan terus mengenangmu.

Dan setiap kali kami mendengar suara helikopter mengoyak langit, ingatan kami mungkin akan kembali ke Tahuna—kepada sebuah pagi ketika kita pernah jatuh bersama, lalu bangkit bersama. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafmu, menerima seluruh amal pengabdianmu, melapangkan kuburmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.

📰 Update Terbaru