"Saya kurang tidur karena hal itu.
Saya mungkin sedang mencari seseorang untuk masuk dan berbagi tempat," tuturnya ketika ditanya mengenai rencana menyikapi situasi itu.
Bayang-bayang merger dan ancaman AI
Sulitnya para pekerja mencari nafkah kian diperparah oleh ancaman mega-merger senilai US$110 miliar antara Paramount dan Warner Bros.
Discovery.
Laporan analisis Departemen Peluang Ekonomi Los Angeles County mengungkap bahwa penggabungan dua raksasa hiburan ini berpotensi mendepak lebih dari 10 ribu pekerjaan dan mengancam nilai output bisnis hingga US$4,06 miliar.
Dari total kerugian tenaga kerja tersebut, sekitar 4.500 posisi di sektor film dan televisi terancam lenyap dalam rentang tiga tahun, disusul ribuan pekerja di sektor usaha kecil pendukung serta industri lokal.
Rencana merger ini pun memicu gugatan antimonopoli dari Jaksa Agung Kalifornia Rob Bonta bersama 11 jaksa agung lainnya karena dinilai dapat mematikan persaingan usaha, menaikkan harga, dan memangkas volume konten.
Di tengah desakan hukum tersebut, CEO Paramount David Ellison bahkan mengancam bakal memboyong studio tempat produksi keluar dari California menuju negara bagian seperti Texas, Georgia, atau Tennessee.
Seperti diberitakan New York Post pada 20 Agustus, hal itu guna memangkas biaya pajak hingga US$500 juta per tahun jika negosiasi damai tidak tercapai.
Ancaman terhadap lahan pekerjaan para kru dan seniman tak berhenti di situ.
Kecerdasan buatan (AI) yang kian agresif di studio-studio besar terbukti mengikis kebutuhan tenaga kerja manusia secara signifikan.
Data ketenagakerjaan California mencatat sektor perfilman dan perekaman suara di LA County telah kehilangan 6.700 pekerjaan sepanjang tahun hingga Mei 2026.
Penggunaan AI di industri animasi misalnya, sanggup memangkas biaya produksi hingga 90 persen dengan mengotomatisasi berbagai tahapan kerja vital, mulai dari pembuatan storyboard, character rigging, hingga pembersihan pascaproduksi.
Pergeseran ke arah otomatisasi ini tak lagi sekadar meningkatkan efisiensi, melainkan mulai menggantikan struktur pekerjaan tradisional yang selama ini menyerap ribuan tenaga kerja kreatif di Hollywood.