Merespons tekanan yang kian membesar, Ed Sheeran menekankan keputusan itu ada di tangan promotor dan pemilik stadion, termasuk pebisnis Yahudi AS Robert Kraft.
Ia juga sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka saat tampil di Lincoln Financial Field, Philadelphia pada Sabtu (19/9).
Di hadapan puluhan ribu penonton, musisi berusia 35 tahun ini mengaku melakukan kekhilafan dalam merespons situasi sulit tersebut.
"Saya harus mengambil keputusan-keputusan yang sulit, dan saya membuat kesalahan, dan saya sangat, sangat meminta maaf," tutur Sheeran.
Dalam pidatonya yang penuh emosi, Sheeran memahami bahwa sebagian penonton yang membawa keluarga dan anak-anak mungkin tidak berekspektasi mendengar pernyataan politik di tengah konser.
"Dunia adalah tempat yang menakutkan saat ini; Amerika adalah tempat yang menakutkan saat ini. Ini memberikan harapan.
Terima kasih banyak, Philadelphia," ucap Ed Sheeran.