Hakim Curtis Farber menyatakan bahwa Weinstein pernah menjadi raja di industri film, tetapi pengakuan atas pencapaian itu akan memudar dibandingkan dengan perbuatannya.
Farber menyebut Weinstein kini dikenal sebagai "predator seksual, wajah literal dari gerakan MeToo."
Latar Belakang Hukum dan Kondisi Kesehatan
Weinstein awalnya divonis 23 tahun penjara setelah juri menyatakan dia bersalah atas penyerangan terhadap Haley dan pemerkosaan terhadap aktris aspiran Jessica Mann pada 2013.
Namun, Mahkamah Agung New York membatalkan vonis 2020 karena kesaksian dari perempuan lain yang tuduhannya tidak menjadi bagian dari kasus tersebut.
Dalam persidangan ulang tahun lalu, juri kembali menyatakan Weinstein bersalah atas tindak kejahatan seksual tingkat pertama terhadap Haley.
Juri juga membebaskannya dari tuduhan melakukan seks oral paksa terhadap Kaja Sokola dan tidak mencapai putusan atas tuduhan pemerkosaan terhadap Mann.
Setelah persidangan ulang ketiga berakhir dengan juri yang tidak mencapai putusan pada Mei, jaksa Manhattan mencabut tuduhan pemerkosaan daripada menempuh persidangan keempat karena Mann tidak sanggup bersaksi lagi.
Keputusan itu membuka jalan bagi vonis Weinstein.
Pengacara Weinstein, Jacob Kaplan, meminta agar kliennya menerima hukuman tambahan tiga tahun di atas enam tahun yang telah dijalani, dengan alasan hukuman lebih lama akan meningkatkan kemungkinan Weinstein meninggal di penjara.
Kaplan menyebut kondisi kesehatan Weinstein memburuk dan ia telah enam kali dirawat di rumah sakit sejak 2025 karena kanker darah, gagal jantung kongestif, dan masalah ginjal.
Weinstein juga menunggu vonis ulang dalam kasus pemerkosaan terpisah di Los Angeles.
Pengadilan banding California mempertahankan vonis 2022 tetapi membatalkan hukuman 16 tahun karena hakim mempertimbangkan vonis New York yang kemudian dibatalkan sebagai faktor pemberat.