unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Ban China Jadi Standar Mobil Listrik, Michelin Masih Kalah?
News

Ban China Jadi Standar Mobil Listrik, Michelin Masih Kalah?

Ban bawaan pabrik merek China pada mobil listrik di Indonesia
Ban China Jadi Standar Mobil Listrik, Michelin Masih Kalah?
A A Ukuran Teks16px

Gelombang kedatangan kendaraan roda empat asal Tiongkok ke Indonesia tidak hanya membawa inovasi teknologi terbaru.

Kehadiran unit-unit anyar ini membuat pemilik kendaraan mulai akrab dengan jajaran produsen komponen bawaan pabrik yang sebelumnya jarang terdengar.

Komponen pendukung seperti ban bawaan pabrik atau original equipment manufacturer (OEM) pada sejumlah unit kendaraan listrik tidak selalu mengandalkan pabrikan populer yang sudah berakar puluhan tahun di pasar domestik.

Penggunaan merek komponen yang masih asing ini dapat ditemui pada model completely built-up (CBU) BYD Atto 1 rilisan 2025.

Kendaraan listrik tersebut dibekali dengan ban bawaan bermerek Westlake.

Pemilik BYD Atto 1 Dynamic 2025, Gregor, mengaku sempat terkejut saat pertama kali mendapati spesifikasi ban pada kendaraan barunya tersebut.

"Reaksi saya kaget, kecewa sedikit, khawatir karena enggak tahu bagaimana kualitasnya, tapi namanya lucu," ujar Gregor.

Ia berpandangan bahwa penyematan komponen dari produsen populer dapat meningkatkan daya tarik serta nilai jual suatu kendaraan di mata calon pembeli.

Gregor kemudian membandingkannya dengan unit BYD Sealion 7 yang langsung menggunakan ban keluaran Michelin sebagai kelengkapan standar bawaan pabrik.

"Menurut saya lebih menjual kalau menggunakan ban yang bermerek, misalnya Sealion 7 yang menggunakan Michelin. Ekspektasi saya dulu, BYD Atto 1 juga menggunakan ban yang bermerek," kata Gregor.

Keraguan tersebut akhirnya memudar seiring penggunaan kendaraan dalam aktivitas sehari-hari. Ia menilai performa si kulit bundar asal China itu tergolong cukup untuk kebutuhan harian.

"Ban Westlake rasanya biasa saja. Enggak bagus, tapi juga enggak jelek," ujar dia.

"Mungkin kalau secara grip dan bantingannya mirip dengan Dunlop Enasave, Dunlop versi eco-nya," kata Gregor.

Fenomena munculnya merek karet lingkar roda baru ini tidak cuma terjadi pada satu produsen saja. Beberapa unit kendaraan roda empat teranyar rakitan China juga mengadopsi langkah serupa.

Contohnya, model Wuling Eksion yang mengandalkan ban Leao sebagai perlengkapan bawaan. Sementara itu, unit Changan Nevo Q05 meluncur menggunakan ban bermerek Chao Yang.

Merek yang belum populer di telinga masyarakat tidak serta-merta menandakan kualitas produk tersebut buruk. Penilaian sebuah komponen keselamatan tidak bisa diukur hanya dari kepopuleran namanya semata.

Setiap ban dirancang khusus untuk memenuhi standar teknis kendaraan, mulai dari kapasitas menahan beban, daya cengkeram ke permukaan jalan, tingkat kebisingan, hingga efisiensi daya gesek.

Penyesuaian spesifikasi ini menjadi krusial untuk mobil listrik. Produsen harus memperhitungkan bobot baterai yang cenderung berat serta luapan torsi instan dari motor penggerak.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru