PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) berencana melepas seluruh kepemilikan saham anak usahanya, PT Sinar Aroma Sentosa, kepada produsen bahan tambahan pangan asal Denmark, Denico Food Ingredients.
Langkah divestasi unit usaha yang bergerak di bidang peracikan perisa, bumbu, dan ekstraksi aroma itu disampaikan manajemen SMLE melalui keterbukaan informasi terkait penyelenggaraan public expose insidentil.
Denico yang bertindak sebagai pembeli independen telah beroperasi lebih dari 25 tahun di pasar global dengan mengantongi sertifikasi keamanan pangan IFS Food serta izin dari Danish Veterinary and Food Administration (DVFA).
Potensi Kemitraan Strategis
Kemitraan strategis dengan perusahaan Eropa ini dinilai berpotensi membawa suntikan modal, transfer teknologi formulasi, serta membuka akses ke rantai pasok pangan global bagi perseroan.
Untuk mendukung penetrasi pasar global, SMLE mengoperasikan lini produk bersertifikat halal guna menyasar pasar B2B pada pabrik pengolahan daging, olahan susu, hingga makanan laut skala besar.
Sepanjang kuartal I-2026, SMLE mencatatkan kontrak pasokan bahan baku senilai Rp7,83 miliar dari PT Paragon Technology and Innovation dan Rp3,48 miliar dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Struktur kepemilikan saham perseroan juga mengalami perubahan setelah pengendali lama, PT Sinergi Asia Corporindo di bawah Siu Min, melepas sebagian sahamnya di pasar reguler.
Aksi penjualan saham tersebut meningkatkan porsi saham publik (free float) SMLE menjadi 34,57 persen atau setara 802,98 juta saham.
Ferdiansyah tercatat sebagai investor perorangan terbesar di luar pengendali dengan kepemilikan 144,33 juta saham atau 6,12 persen.
Sejumlah institusi dan rekening efek internasional seperti Phillip Securities Singapore, UOB Kay Hian, CGS International Securities, serta Reksa Dana OSO Moluccas Equity Fund turut mencatatkan nama dalam daftar pemegang saham.
Manajemen SMLE mengonfirmasi telah menerima surat minat (letter of interest) dari beberapa investor strategis domestik maupun mancanegara untuk memperkuat struktur permodalan ke depan.
