PT Asuransi Asei memperkuat bisnis asuransi ritel sebagai strategi diversifikasi pendapatan dan perluasan basis nasabah.
Langkah ini disampaikan Direktur Utama Asuransi Asei, Dody Dalimunthe, pada Senin (12/10/2026).
Dody menekankan pertumbuhan yang selektif, kualitas portofolio, dan profitabilitas.
Menurutnya, pengembangan segmen ritel bertujuan mengurangi ketergantungan perusahaan pada lini bisnis dan kelompok nasabah tertentu.
Segmen ini berpotensi menghasilkan pendapatan berulang jika didukung distribusi efisien, layanan digital, dan tingkat perpanjangan polis yang baik.
Dody menjelaskan diversifikasi melalui produk ritel harus berorientasi pada keberlanjutan bisnis, bukan sekadar peningkatan penjualan.
Perusahaan mempertimbangkan kualitas risiko dan kemampuan portofolio memberikan kontribusi terhadap kinerja usaha.
"Pengembangan produk ritel merupakan bagian dari upaya diversifikasi agar pertumbuhan perusahaan tidak terlalu bergantung pada sejumlah lini bisnis atau kelompok nasabah tertentu," ujar Dody.
Strategi Selektif dan Terukur
Dalam mengukur kinerja segmen ritel, Asei tidak hanya mengandalkan pertumbuhan premi.
Dody menyebut perusahaan juga memantau jumlah polis aktif, retensi nasabah, rasio klaim, biaya akuisisi, dan margin underwriting untuk menilai kualitas bisnis.
Pengembangan portofolio dilakukan secara terukur dengan memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan premi dan pengelolaan risiko.
Pendekatan itu diarahkan untuk menjaga kualitas bisnis sekaligus memperluas sumber pendapatan.
"Karena itu, pendekatan Asei adalah mengembangkan segmen ritel secara selektif dan terukur.
Tujuannya bukan hanya menambah sumber premi, melainkan membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi, memiliki kualitas risiko yang baik, dan mampu memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap kinerja perusahaan," ujar Dody.
Untuk memperluas pasar, Asei berencana menyediakan produk dengan harga terjangkau yang sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial masyarakat.
Perusahaan juga akan memperluas saluran distribusi melalui kerja sama dengan perbankan, perusahaan pembiayaan, dan platform digital.
Digitalisasi menjadi bagian lain dari strategi tersebut, terutama untuk mempermudah pembelian polis, pembayaran premi, dan pengajuan klaim.
Asei juga akan meningkatkan edukasi masyarakat mengenai fungsi asuransi sebagai perlindungan terhadap risiko finansial.
Di sisi pengelolaan bisnis, perusahaan tetap menerapkan seleksi risiko secara disiplin, menetapkan premi yang memadai, dan mengendalikan klaim.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pertumbuhan ketika memperluas segmen ritel.
Dody menegaskan pengembangan produk harus tetap berorientasi pada kebutuhan nasabah dan manfaat perlindungan.
Strategi perusahaan mencakup akses yang lebih mudah terhadap produk asuransi tanpa mengabaikan kualitas pengelolaan risiko.
"Pada prinsipnya, strategi Asei bukan sekadar mengejar peningkatan penjualan, melainkan menghadirkan perlindungan yang relevan, mudah dijangkau, dan memberikan nilai nyata bagi nasabah," tutur Dody.